in

IHSG Merosot Lagi Akibat Profit Taking

Rupiah Anjlok Akibat Harga Minyak Dunia Minus
Picture by Geralt on Pixabay

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih tidak stabil. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin (7/4), IHSG mengalami peningkatan sebanyak 3 persen. Akan tetapi saat ini IHSG sudah merosot lagi lebih dari 1 persen.

Pada pukul 10.30 WIB tadi, IHSG harus merosot sebanyak 1,29 persen dan bertengger di posisi 4.749,96 persen. Hal ini terjadi akibat adanya aksi profit taking yang terjadi. Aksi profit taking adalah aksi pengambilan untung di saham-saham yang berkapitalisasi besar yang mengalami penguatan.

Di saat pembukaan perdagangan hari ini, IHSG sedang ada di posisi zona hijau. IHSG bahkan sempat mengalami penguatan sebanyak 3,4 persen dan bertengger di posisi 4.975,54. Akan tetapi pergerakan IHSG masih bergerak terus ke zona merah.

IHSG Merosot, Kenapa?

Menurut data dari CNBC Indonesia, emiten saham yang mempengaruhi merosotnya nilai IHSG antara lain adalah saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang harus merosot sebanyak 1,66 persen dan ada di titik Rp2.970 per unit. Padahal di perdagangan kemarin saham bank ini sempat mengalami peningkatan sebanyak 4,5 persen.

Baca Juga  IHSG Kembali Merosot Pada Perdagangan Hari Ini

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga mengalami pemerosotan yang cukup besar. Saham BBCA mengalami depresiasi sebanyak 1,92 persen dan bertengger di posisi Rp28.125 per unit. Saham BBCA pada perdagangan kemarin mengalami peningkatan sebanyak 4,37 persen.

Saham telekomunikasi juga ada yang harus mengalami pemerosotan. saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) harus tergelincir sebanyak 2,7 persen dan ada di level Rp3.240 per unit. Harga saham TLKM juga mengalami peningkatan sebanyak 4,06 persen pada perdagangan kemarin.

Saham emiten perbankan lain yang mengalami penurunan adalah saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). BMRI harus mengalami pemerosotan sebanyak 3,37 persen dan harus bertengger di posisi Rp5.025 per unit. Saham ini juga sempat mengalami peningkatan kemarin sebanyak 3,48 persen.

Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) pun juga bernasib sama. BBNI harus merasakan kemerosotan yang cukup besar yaitu sebanyak 2,56 persen dan ada di posisi Rp4.180 per unit. Saham BNI sempat meroket sebanyak 6,98 persen di perdagangan kemarin.

Baca Juga  Fresh Graduate UI Tolak Gaji 8 Juta. Berapa Gaji Normal Fresh Graduate Indonesia?
Bursa Asia Kembali Menguat

Bursa Asia Menguat Seiring Melambatnya Corona

Harga minyak meroket

Harga Minyak Mentah Meroket Pada Hari Ini