in

Penerima KUR Mendapatkan Penundaan Pembayaran

Penundaan Pembayaran untuk KUR
Photo by Ikhsan Assidiqie on Unsplash

Kementerian Koordinator bidang perekonomian (Kemenko Perekonomian) merilis kebijakan tentang penundaan pembayaran bagi debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR). Penundaan yang diterima adalah penundaan pembayaran bunga dan pokok angsuran bagi penerima KUR. Kebijakan ini adalah salah satu respon pemerintah akibat adanya pandemi virus Corona yang ada di Indonesia.

Penundaan pembayaran bagi penerima KUR juga diikuti dengan beberapa keringanan lain. Keringanan tersebut antara lain adalah perpanjangan jangka waktu pembayaran dan penambahan plafon.

Kebijakan ini dirilis setelah adanya Rapat Koordinasi (Rakor) Komite Pembiayaan UMKM pada Rabu (8/4) kemarin, seperti yang dilansir oleh CNBC Indonesia. Rapat ini diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sebagai Ketua Komite Pembiayaan UMKM. Peserta dari rapat ini antara lain adalah Menteri Koperasi dan UMKM, Menteri Tenaga Kerja, Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, dan Menteri Kelautan dan Perikanan. Selain itu rapat ini juga diikuti oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Wakil ketua OJK, kepala BPKP, dan pejabat Eselon 1 sebagai wakil menteri.

Menurut Airlangga Hartono, Menko Perekonomian, kebijakan ini sudah berlaku sejak 1 April 2020. Pembabasan bunga dan penundaan pembayaran KUR memiliki jangka waktu paling lama adalah 6 bulan. Penundaan ini harus memenuhi persyaratan yang diberikan oleh penyalur KUR.

Baca Juga  Imbas dari Lesunya Ekonomi Global, Beberapa Emiten Turunkan Target IHSG

Keputusan ini terjadi setelah adanya Rapat Terbatas Tingkat Menteri pada 20 Maret 2020. Dalam rapat tersebut Joko Widodo, Presiden RI, meminta dengan tegas adanya penundaan pembayaran pokok dan bunga bagi KUR. Hal ini dilakukan untuk meredam efek Corona yang terjadi di Indonesia.

Kebijakan ini juga diperkuat dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020. Peraturan OJK tersebut menyatakan bahwa restrukturisasi kredit atau pembayaran bisa diterima debitur yang terkena dampak langsung maupun tidak langsung virus Corona.

Airlangga juga menambahkan bahwa kebijakan tersebut akan diberikan bagi KUR yang terkena dampak COVID-19. Lebih lagi adanya penambahan limit plafon bagi debitur KUR Kecil dan KUR Mikro non Produksi.

Bursa Asia Positif Lagi Akibat Kabar dari Trump

Pengertian Margin Bebas dalam Trading Forex

Harga Emas merosot

Harga Emas Antam Kembali Tergelincir