in

Rupiah Mata Uang Nomor 2 dari Bawah Lawan Dolar AS

Rupiah lawan dolar AS
Photo by Mackenzie Marco on Unsplash

Walaupun nilai rupiah lawan dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penguatan di kurs Bank Indonesia (BI), akan tetapi rupiah masih lemah di perdagangan pasar spot.

Jika dilihat dari acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor pada hari ini Kamis (9/4), rupiah mengalami penguatan. penguatan yang terjadi adalah sebanyak 0,02 persen dan ada di posisi Rp16.241 per dolar AS. Akan tetapi, di perdagangan pasar spot, rupiah masih lemah lawan dolar AS. Per pukul 10.00 WIB, rupiah ada di posisi Rp16.200 per dolar AS. Dalam posisi tersebut rupiah sudah mengalami penguatan sebanyak 0,31 persen.

Di sisi lain, mata uang Asia masih terus mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Mata uang yang mempu melawan dolar As pada perdagangan hari ini hanyalah ringgit Malaysia dan dolar Taiwan saja. Nilai rupiah juga ada di posisi nomor 2 dari bawah di klasemen mata uang Asia. Rupiah hanya bisa unggul dari rupee India saja.

Pada perdagangan hari ini, dolar masih merajai mata uang dunia, seperti yang dilansir dari CNBCIndonesia.com. Per pukul 09.47 WIB, Dollar Index sudah mengalami peningkatan sebanyak 3,87 persen dalam satu bulan terakhir. Dollar Index adalah indeks yang menunjukkan posisi greenback dollar terhadap 6 mata uang asing utama di dunia.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 07 Januari 2020

Banyak pakar yang menyatakan bahwa dolar AS adalah mata uang yang paling aman di tengah pandemi Corona ini. Hal ini dikarenakan dolar AS adalah mata uang yang dapat diterima di berbagai penjuru dunia.

Selain itu banyak investor yang berusaha untuk membeli obligasi pemerintah AS yang dijual dalam dolar AS. Keuntungan yang diberikan dari obligasi pemerintah AS ini adalah keuntungan yang terbesar di antara obligasi negara maju.

Menurut data yang dirilis di worldometers.com, sudah terjadi lebih dari 1,5 juta kasus virus Corona di seluruh dunia. Virus ini sudah menelan 88 ribu lebih korban jiwa. Jumlah pasien yang sudah sembuh sudah lebih dari 330 ribu pasien.

IHSG Investor Asing

Investor Asing Tetap Masuk Meski IHSG Merosot

Bursa Asia Merah

Bursa Asia Terbang Kecuali Indonesia dan Jepang