in

IMF Ingatkan Akan Krisis Akibat Corona

IMF Krisis Ekonomi
Photo by Shot by Cerqueira on Unsplash

Dana Moneter International (IMF) mengingatkan bahwa kemungkinan akan krisis akibat Corona mungkin saja terjadi. Krisis tersebut diproyeksikan akan lebih buruk daripada krisis keuangan yang pernah terjadi sebelumnya. Peringatan yang diberikan IMF ini karena adanya  kerusakan yang diakibatkan oleh virus COVID-19.

Ketua IMF Kristalina Georgieva, mengucapkan bahwa dunia bisa saja mengalami krisis yang lebih besar daripada Great Depression akibat virus Corona seperti yang dilansir oleh CNBCIndonesia. Great Depressiona adalah krisis ekonomi yang sempat terjadi di AS pada tahun 1929 hingga 1939.

Georgieve juga menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi global bakal mengalami kemerosotan yang cukup besar pada tahun 2020 ini. Penurunan perkapita ini mungkin dirasakan oleh 170 dari 180 anggota IMF.

Di skenario terbaik pun, pemulihan yang terjadi juga diprediksi masih sebagian saja pada 2021. Hal tersebut bisa terjad jika virus Corona sudah mereda seutuhnya pada tahun 2020 ini. Akan tetapi ketidak pastian akan perkembangan Corona di dunia ini membuat prospek perkembangan ekonomi di dunia masih belum jelas.

Baca Juga  IMF Ramalkan Ekonomi RI Meningkat 0,5 Persen di 2020

Data terbaru perkembangan ekonomi dunia  akan dirilis oleh IMF pada 14 April nanti. Pada bulan Januari lalu, IMF merilis data perkembangan ekonomi dunia dengan peningkatan sebanyak 3,3 persen di 2020 dan 3,4 persen di 2021. Namun data yang dirilis tersebut adalah data sebelum adanya penyebaran Corona.

Georgieva mengucapkan bahwa proses penyembuhan ekonomi dunia tergantung pada tindakan yang dilakukan oleh pemimpin dunia. IMF juga sudah menggelontorkan dana yang cukup besar yaitu sebanyak US$1 triliun. Dana tersebut akan dialokasikan kepada 90 negara di seluruh dunia yang sedang membutuhkan dana darurat.

Menurut data yang dirilis dari worldometers, jumlah kasus virus Corona di dunia sudah mencapai lebih dari 1,6 juta kasus per Jumat (10/4). Virus ini sudah memakan korban jiwa sebanyak 95.734 korban di seluruh dunia. Jumlah pasien yang sudah sembuh juga mengalami peningkatan yaitu sebanyak 356.660 pasien.

Bursa Asia Kembali Menguat

Optimis Corona Mereda, Bursa Global Kembali Hijau

Saham yang Menguat dan Melemah

Saham yang Menguat dan Melemah Minggu Ini