in

Rencana Pemerintah Menerbitkan Surat Utang Terbesar

Rupiah Lemah di Perdagangan Pasar Spot
Photo by Sharon McCutcheon on Unsplash

Sri Mulyani, Menteri Keuangan Indonesia, menyatakan bahwa ada rencana pemerintah menerbitkan surat utang terbesar. Surat utang tersebut berbentuk Global Bond dengan nilai US$4,3 miliar. Surat utang ini akan dirilis dalam 3 bentuk yaitu Surat Berharga Nasional (SBN) RI 1030, RI 1050, dan RI 0470.

Global Bond yang akan diterbitkan ini adalah global bond yang paling masif dalam sejarah Indonesia. Selain itu Indonesia adalah negara pertama di kawasan ASEAN yang menerbitkan surat utang ini pertama kali.

Penjelasan Rencana Pemerintah Menerbitkan Surat Utang Terbesar

Menurut Sri Mulyani yang dikutip dari CNBCIndonesia, Seri RI 1030 mempunyai tenor selama 10,5 tahun dan memiliki jatuh tenmpo pada 15 Oktober 2030. RI 1030 akan diterbitkan dengan jumlah sebanyak US$1,65 miliar dan memiliki yield global sebanyak 3,9 persen. Untuk seri RI 1050, tenornya adalah 30,5 tahun dan akan jatuh temponya pada 15 Oktober 2050. Seri RI 1050 memiliki nominal yang sama dengan RI 1030, yaitu sebanyak US$1,65 miliar. Akan tetapi yield global yang diberikan RI 1050 lebih besar daripada RI 1030, yaitu sebanyak 4,25 persen.

Baca Juga  Pandemic Bond Tidak Jadi Dirilis Pemerintah

Untuk seri RI 0470 memiliki tenor yang sangat panjang, yaitu selama 50 tahun. Seri ini memiliki jatuh tempo pada 15 April 2070 dan memiliki nominal sebesar US$ 1 miliar. Tingkat yield dari seri RI 0470 adalah sebanyak 4,5 persen. Seri ini adalah global bond pertama yang memiliki masa tenor 50 tahun.

Surat utang yang memiliki tenor selama 50 tahun adalah surat utang terlama yang pernah dirilis oleh pemerintah Indonesia. Bahkan tidak ada satupun negara di Asia yang berani masuk ke global bond pada bulan Februari hingga Maret. Hal ini dikarenakan masih tingginya volatilitas dan pergerakan pasar akibat penyebaran virus Corona.

Rencana pemerintah menerbitkan surat utang terbesar ini bukanlah tanpa alasan. Penerbitan surat utang ini dilakukan untuk menjaga pembiayaan yang aman dan memperkuat cadangan devisa untuk bank Indonesia. Penerbitan surat utang ini dinilai memiliki efek positif di tengah gonjang-ganjingnya kondisi keuangan gloal.

 

Bursa Asia Menangis Efek Harga Minyak Dunia

Menkeu ‘Membocorkan’ Strategi Pandemic Bond

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 13 April 2020