in

Bursa RI Cenderung Melemah Akibat PSBB

PDB Indonesia diprediksi meningkat
Photo by Austin Distel on Unsplash

Bursa RI cenderung melemah akibat PSBB yang sudah dilaksanakan beberapa hari ini. Pada perdagangan hari ini, Senin (13/4) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga diproyeksikan akan mengalami pemerosotan. Selain adanya pandemi Corona, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga menjadi faktor yang mempengaruhi laju IHSG.

Akhir minggu lalu, indeks saham Indonesia ditutup dalam mengalami penguatan sebanyak 0,48 persen dan bertengger di posisi 4.649,97. Dengan adanya perlambatan laju virus Corona di Amerika Serikat (AS) dan Eropa membuat pasar menjadi sedikit lebih tenang.

Pandemi Corona masih menjadi faktor pengaruh paling besar dalam perdagangan IHSG hari ini. Menurut Pilarmas Investindo Sekuritas, seperti yang tertulis di CNBCIndonesia, penerapan PSBB akibat Corona menjadi aspek yang membuat investor berpikir ulang. Oleh karena itu banyak pakar yang meramalkan bursa RI cenderung melemah akibat PSBB.

PSBB akan diterapkan di daerah ibu kota dan sekitarnya. Kota yang sudah mendapatkan izin untuk melaksanakan PSBB adalah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi.

Baca Juga  Rupiah Anjlok Akibat Harga Minyak Dunia Minus

Kebijakan baru ini diterbitkan untuk menahan laju pandemi Corona yang terjadi di Indonesia. Akan tetapi kebijakan ini juga memiliki risiko yang cukup besar. Pekerja informal dan harian memiliki potensi untuk kehilangan sumber pendapatan. Selain itu pekerja sektor formal juga dihantui oleh Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Hal itu terjadi karena perputaran roda ekonomi dunia mengalami pelambatan akibat penyebaran virus COVID-19 yang makin meluas di Indonesia.

Di sisi lain, Panin Sekuritas menyatakan bahwa pada minggu volitalitas IHSG pada minggu lalu masih cukup tinggi. Hal tersebut terjadi akibat adanya net sell atau jual bersih yang dilakukan oleh investor asing. Dengan adanya hal tersebut, sekuritas ini memperkirakan bahwa sentimen internal belum bisa menyokong pergerakan IHSG.

Adanya PHK yang terjadi juga menyumbang prospek negatif bagi emiten saham. Secara teknikal IHSG masih ada pada zona level support 4.603. Oleh karena itu investor harus memperhatikan histogram di indikator MACD yang mulai menunjukkan penurunan.

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 13 April 2020

ekonomi Jakarta diproyeksikan merosot akibat PSBB

Ekonomi Jakarta Diproyeksikan Merosot Akibat PSBB