in

Ekonomi Jakarta Diproyeksikan Merosot Akibat PSBB

ekonomi Jakarta diproyeksikan merosot akibat PSBB
Photo by Adrian Pranata on Unsplash

Virus Corona yang makin berkembang di Indonesia, terutama Jakarta membuat pemerintah menjadi kewalahan. Hal ini membuat pemerintah pusat harus mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dengan adanya PSBB ini, rantai penyebaran virus Corona diharapkan bisa terputus. Akan tetapi, ekonomi Jakarta diproyeksikan merosot akibat PSBB yang telah diterapkan.

Dilansir dari data yang dirilis oleh worldometers pada pukul 10.14 WIB Senin (13/4) ini, sudah terjadi 1.853.155 kasus Corona di seluruh dunia. Jumlah pasien yang meninggal akibat Corona mencapai 114.247 dan yang sembuh mencapai 423.625 pasien. Di Indonesia sendiri sudah ada 4.241 kasus dengan 373 pasien kehilangan nyawanya dan 359 pasien yang sembuh.

Menurut data WHO yang dikutip dari CNBCIndonesia, pertumbuhan kasus baru di Indonesia memiliki laju sebesar 25,18 persen per hari. Data ini diambil dalam periode 3 Maret hingga 10 April. Peningkatan laju di Indonesia cukup besar karena pertumbuhan kasus Corona di dunia memiliki laju sebesar 7,22 persen per hari. Oleh karena itu tindakan drastis harus segera dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 27 April 2020

DKI Jakarta adalah provinsi yang memiliki kasus Corona terbesar di Indonesia. Jumlah kasus Corona di Jakarta mencapai 2.044 kasus atau 48.19 persen dari total kasus di seluruh Indonesia. Hal ini membuat Gubernur Jakarta Anies Baswedan menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kebijakan ini dimulai pada 10 April yang lalu. Selain itu beberapa daerah di daerah Jabodetabek seperti Kota Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan dan Bekasi juga akan menerapkan PSBB.

Dalam kebijakan ini, aturan dan sanksi dalam melakukan social distancing menjadi jauh lebih ketat. Aturan tersebut antara lain wajib memakai masker ketika keluar rumah, pembatasan jam operasional transportasi publik, dan lain sebagainya.

Ekonomi Jakarta Diproyeksikan Merosot Akibat PSBB

Dengan adanya PSBB, orang-orang akan semakin sulit untuk keluar masuk Jakarta. Hanya orang-orang yang memiliki pekerjaan di bidang yang penting saja boleh masuk ke Jakarta. Hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap sektor-sektor non formal yang menjadi penyumbang bagi ekonomi Jakarta. Sektor tersebut antara lain adalah sektor akomodasi, makanan, minuman, dan hiburan.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 11 Maret 2020

Menurut Fithra Faisal, Ekonom Universitas Indonesia (UI), 75 persen perekonomian Jakarta harus terhenti berdasarkan skenario yang dibuatnya. Kerugian akibat menyandatnya roda perekonomian jakarta mencapai nilai RP70,86 triliun dan laju Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) harus merosot sebanyak 2,78 persen. Jika pada 2019 ekonomi Jakarta mengalami peningkatan sebanyak 5,89 persen, dengan adanya PSBB ini ekonomi Jakarta diproyeksikan akan merosot pada nilai 3,11 persen, seperti yang dilansir CNBCIndonesia.

PDB Indonesia diprediksi meningkat

Bursa RI Cenderung Melemah Akibat PSBB

Kegiatan Dunia Usaha Merosot Akibat Efek Corona

Kegiatan Dunia Usaha Merosot Akibat Efek Corona