in

Obral Saham Terjadi di Bursa Asia

Bursa Asia kembali terperosok ke zona merah
Picture by geralt on Pixabay

Bursa saham Asia pada hari ini, Senin (14/3) harus mengalami kemerosotan terhadap mayoritas emiten saham. Pemerosotan nilai tersebut tidak lain adalah akibat virus Corona yang terjadi secara global. Kekhawatiran akan virus tersebut membuat investor menjadi berhati-hati dan mengakibatkan obral saham terjadi di bursa Asia.

Menurut data yang dirilis oleh worldometers, pada Senin (13/4) pukul 11.11 WIB, sudah terjadi lebih dari 1,8 juta kasus virus Corona di seluruh dunia. Jumlah pasien yang meninggal akibat virus ini sudah mencapai lebih dari 114 ribu pasien. Jumlah pasien yang sembuh dari virus ini juga mengalami peningkatan, yaitu sebanyak lebih dari 423 ribu pasien.

Obral Saham Terjadi di Bursa Asia

Dengan masih banyaknya virus Corona di seluruh dunia membuat sentimen negatif muncul di perdagangan bursa Asia. Menurut data yang dirilis di CNBCIndonesia, bursa China kembali mengalami pemerosotan. Indeks Shanghai Composite harus terkoreksi sebanyak 0,45 persen. Indeks Shenzen juga harus mengalami depresiasi sebanyak 0,81 persen. Untuk saham di daerah Hong Kong dan Australia tutup pada hari ini untuk merayakan liburan Paskah.

Baca Juga  Wall Street dan Bursa Saham Asia Menghijau

Indeks KOSPI Korea Selatan juga masih lesu di perdagangan hari ini. KOSPI harus mengalami pemerosotan sebanyak 0,6 persen karena saham SK Hynix tergelincir lebih dari 2 persen. Saham otomotif Korea Selatan juga harus jatuh di hari ini. Saham Hyundai Motor Co dan Kia Motors harus terjun bebas masing-masing sebanyak 2 persen dan 3,4 persen.

Pasar saham negeri matahari Terbit juga harus mengalami kemerosotan. Hal ini terjadi akibat menguatnya nilai tukar yen pada hari ini. Indeks Nikkei 225 harus jatuh sebanyak 0,9 persen karena adanya penurunan dari saham Fast Retailing. Pun dengan Softbank dan Topix yang harus mengalami kemerosotan sebanyak masing-masing 1 persen dan 0,59 persen. Saham otomotif dan teknologi Jepang juga harus merosot. Tokyo Electron harus mengalami pemerosotan sebanyak lebih dari 1 persen dan Honda sudah mengalami depresiasi hampir 2 persen.

Obral saham terjadi di bursa Asia walaupun ada sentimen positif di bursa saham Amerika Serikat (AS). pada perdagangan akhir pekan, Wall Street ditutup di zona hijau. Akan tetapi sentimen tersebut tidak direspon dengan baik oleh bursa Asia. Hal tersebut terjadi karena investor masih berhati-hati akan efek virus Corona terhadap perputaran roda ekonomi di Asia.

Baca Juga  Pernah Kehilangan Pelanggan, Saham Netflix Mengalami Kemerosotan
Kegiatan Dunia Usaha Merosot Akibat Efek Corona

Kegiatan Dunia Usaha Merosot Akibat Efek Corona

Jangan Bertrading pada Beragam Pasangan Mata Uang

Jangan Bertrading pada Beragam Pasangan Mata Uang