in

Penjualan Listrik PLN Meningkat akibat WFH

Penjualan listrik PLN meningkat akibat WFH
Photo by Matthew Henry on Unsplash

Penjualan listrik PLN meningkat akibat WFH (Work From Home) yang sudah terjadi dalam beberapa minggu belakangan ini. Konsumsi listrik mengalami peningkatan sebanyak 4,61 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019. Jumlah konsumsi listrik mencapai 61,15 Terrawatt hour (TwH). Padahal di tahun 2019 konsumsi listrik hanya mencapai 58,46 TwH.

Penjualan Listrik PLN Meningkat akibat WFH

Menurut Edison Sipahutar, Executive Vice President Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan PT PLN (Persero), Penjualan listrik PLN meningkat akibat WFH akibat adanya penyebaran pandemi Corona. Edison, yang dilansir dari CNNIndonesia, menyatakan bahwa konsumsi listrih rumah tangga meningkat sebanyak 7,54 persen pada 3 bulan pertama tahun 2020. Pada bulan Maret sendiri, segmen rumah tangga juga mengalami peningkatan konsumsi yang cukup besar. Peningkatan yang dialami adalah sekitar 7,43 persen.

Di sisi lain, konsumsi listrik industri dan bisnis hanya meningkat tipis. Tingkat konsumsi sektor industri hanya mengalami peningkatan tipis sebesar 0,13 persen per kuartal pertama 2020. Konsumsi listrik sektor bisnis hanya naik sebesar 4,07 pada kuartal pertama 2020 ini.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 08 April 2020

Dalam sektor bisnis, konsumsi listrik perhotelan mengalami penurunan. Konsumsi listrik hotel bintang 4 mengalami penurunan sebanyak 21,3 persen per Maret 2020. Jika dilihat secara kumulatif, konsumsi listrik hotel bintang 4 mengalami penurunan yang cukup besar, yaitu sebanyak 5 persen.

Hotel bintang 3 pun juga harus mengalami penurunan konsumsi listrik. Konsumsi listrik hotel bintang 3 mengalami penurunan sebanyak 18,7 persen. Jika dilihat secara kumulatif hingga Maret 2020, nilai konsumsi listrik harus mengalami pemerosotan sebanyak 1,1 persen

Konsumsi listrik bisnis mall juga mengalami penurunan. Per Maret 2020, tingkat konsumsi sudah mengalami pemerosotan sebanyak 8,2 persen. Jika dilihat dari kuartal 1 tahun 2020, konsumsi listrik masih mengalami peningkatan sebanyak 1,8 persen.

Untuk sektor industri besi baja, konsumsi listrik mengalami penurunan sebanyak 12 persen per Maret 2020. Jika dilihat dari kuartal 1 2020, nilai konsumsi mengalami penurunan sebanyak 6,2 persen.

Konsumsi listrik industri tekstil juga harus mengalami pemerosotan. Per Maret 2020, konsumsi industri tekstil harus mengalami pemerosotan sebanyak 8,7 persen. Sedangkan jika dihitung sejak awal tahun ini, jumlah total konsumsi listrik harus menurun sebanyak 5,4 persen.

Baca Juga  Pasar Saham Tidak Stabil, Harga Emas Berpotensi Naik
harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 14 April 2020

PDB Indonesia diprediksi meningkat

UOB Proyeksikan PDB Indonesia Meningkat 2,5 Persen