in

Jumlah Pengangguran 10 Juta Lebih, AS Terancam Resesi

Amerika terancam resesi
Photo by tom coe on Unsplash

Perekonomian Amerika Serikat (AS) sedang dihajar habis-habisan oleh pandemi virus Corona. Menurut data yang dirilis US Department of Labor, jumlah pengangguran di AS mengalami peningkatan hingga melebihi 10 juta orang. Dengan tingginya jumlah pengangguran tersebut, AS terancam resesi.

Menurut Eisha Maghfiruha, Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), keadaan ekonomi ini jauh lebih berat daripada era Big Depression 1929. Pada era tersebut, ekonomi AS mengalami keterpurukan yang besar sehingga membuat ekonomi di negara industri dan berkembang menjadi tak berdaya.

Eisha juga menambahkan, seperti yang dilansir dari CNBCIndonesia, pekerja tidak akan mampu membeli barang lagi akibat tingkat pengangguran yang makin meningkat. Dengan meningkatnya pengangguran, tingkat konsumsi di Amerika juga akan menurun dan menyebabkan merosotnya pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu jika pandemi ini tidak segera terselesaikan, pertumbuhan ekonomi bisa negatif di 3 triwulan secara beruntut. AS terancam resesi akan menjadi nyata.

Eisha menyatakan bahwa tingkat unemployment di AS bisa mencapai 15 persen. Tingkat pengangguran tersebut adalah tingkat pengangguran terbesar sejak Great Depression di tahun 1929.

Baca Juga  Deretan 15 BUMN Dengan Laba Terbesar, Siapakah Yang Menduduki Posisi Pertama?

Bank Sentral AS atau The Fed mencoba untuk meredam efek Corona ini dengan menggelontorkan stimulus dengan nilai yang luar biasa. Dana yang dikeluarkan The Fed mencapai US$2 triliun dan nilai ini adalah nilai terbesar dalam sejarah AS. Besarnya nilai stimulus tersebut adalah dampak dari kebijakan social distancing terhadap perputaran laju ekonomi di Amerika.

IMF (Dana Moneter Internasional) juga menyatakan bahwa dunia harus siap menghadapi resesi global yang lebih buruk ketimbang Great Depression akibat virus Corona. Ketua IMF menyatakan bahwa 170 dari 180 negara anggota IMF mengalami kemerosotan pendapatan perkapita. Hal ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi global merasakan penurunan yang cukup tajam.

Dalam skenario terbaik yang dibuat IMF, keadaan ekonomi akan membaik pada tahun 2021. Hal tersebut bisa terjadi bila virus Corona sudah reda di tahun ini dan bisnis kembali lancar walaupun adanya lockdown di berbagai negara.

Bursa Asia Kembali Menguat

Bursa Asia Kembali Menguat Hari Ini

harga Batu Bara depresiasi

Harga Batu Bara Masih Stagnan Hari Ini