in

Harga Batu Bara Masih Stagnan Hari Ini

harga Batu Bara depresiasi
Photo by Vladimir Patkachakov on Unsplash

Pada penutupan perdagangan kemarin, Senin (13/4) harga batu bara masih stagnan. Harga yang stagnan adalah batu bara kontrak berjangka Newcastle. Harga batu bara Newcastle ditutup di posisi 59,4 per ton.

Padahal pada minggu lalu, harga batu bara sempat mengalami pemerosotan sebanyak 4,96 persen. Akan tetapi harga batu bara masih stagnan di hari ini. Harga batu bara termal sudah ada di titik terlemah sejak Juni 2016, dimana harga batu bara sudah ada di bawah US$60 per ton.

Batu bara Newcastle adalah batu bara yang berasal dari Australia dengan nilai kalori sebanyak 6.000 Kcal per kg. Jenis batu bara ini seringkali diekspor ke negara Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan. Namun nilai impor terhadap negara-negara tersebut mengalami penurunan akibat penyebaran virus Corona.

Faktor Penyebab Harga Batu Bara Masih Stagnan

Menurut data dari CNBCIndonesia, jumlah impor batu bara ke Jepang dan Korea per minggu pertama bulan Maret adalah sebanyak 2,6 juta ton. Di periode yang sama pada tahun lalu, jumlah impor bisa menapai 5,9 juta ton. Penurunan impor tersebut sudah mencapai 56 persen jika dihitung secara year on year.

Baca Juga  Omzet Mukena Mencapai 17,5 Miliar, Syahrini Disenggol Ditjen Pajak

Selain penyebaran virus Corona yang tak kunjung usai, ada faktor lain yang mempengaruhi penurunan impor batu bara. Faktor tersebut adalah musim dingin yang cenderung lebih hangat daripada biasanya dan beberapa upaya politik untuk mengurangi jumlah emisi karbon.

Impor batu bara ke China juga mengalami penurunan pada awal April ini. Volume impor batu bara China hanya sejumlah 3,3 juta ton. Jika dilihat secara Year on Year, jumlah volume impor ini mengalami penurunan sebanyak 28,2 persen. Akan tetapi banyak orang yang optimis bahwa nilai impor akan meningkat. Hal ini dikarenakan perhitungan tersebut hanya dilakukan pada awal bulan saja, belum total selama bulan April.

Faktor lain yang tak kalah penting adalah adanya sistem lockdown yang digunankan untuk memutus rantai penyebaran Corona. Sistem ini seperti pisau bermata dua, walaupun bisa memutus rantai Corona, roda perekonomian juga menjadi lambat. Oleh karena itu lockdown menjadi hambatan bagi industri pertambangan dan manufaktur.

Amerika terancam resesi

Jumlah Pengangguran 10 Juta Lebih, AS Terancam Resesi

Peluang Bisnis Kuliner Sehat di Tengah Pandemi Covid-19

Peluang Bisnis Kuliner Sehat di Tengah Pandemi Covid-19