in

IHSG Harus Merosot di Sesi I Perdagangan

Bursa Asia Merah
Photo by Austin Distel on Unsplash

Pada akhir perdagangan Sesi I, Rabu (15/4), nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus merosot di zona merah seperti yang dilansir dari CNBCIndonesia. Padahal pada awal perdagangan tadi nilai IHSG masih bisa mengalami penguatan. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi laju di bursa Indonesia, namun sepertinya faktor negatif masih dominan di hari ini.

Ketika di pembukaan perdagangan, IHSG masih bisa melaju ke zona hijau dan sempat mengalami penguatan sebanyak 0,88 persen dan bertengger di posisi 4.747,725. Nilai tersebut adalah nilai tertinggi intraday pada perdagangan sesi I. Setelah ada di level tersebut, nilai IHSG harus merosot ke zona merah. Pemerosotan nilai tersebut terus terjadi hingga penutupan sesi I perdagangan. IHSG ditutup dengan pemerosotan sebanyak 0,74 persen dan ada di posisi 4.671,822.

Menurut data dari RTI, transaksi yang terjadi pada perdagangan sesi I mencapai nilai Rp3,92 triliun. Pada transaksi tersebut investor asing melakukan aksi net sell sebanyak Rp301,23 miliar baik di pasar reguler maupun non-reguler.

Baca Juga  Bursa Asia Mayoritas Menguat Karena Wall Street

Sentimen negatif yang paling mempengaruhi masih dipegang oleh penyebaran virus Corona yang tak kunjung usai. Dengan adanya virus ini, banyak investor yang masih enggan untuk melakukan investasi di Indonesia.

Menurut data yang dirilis dari worldometers, per Rabu (15/4) pukul 13.40 WIB, jumlah kasus virus Corona di seluruh dunia sudah menembus angka 2 juta. Jumlah orang yang harus kehilangan nyawanya akibat virus ini mencapai 126.760 orang. Akan tetapi jumlah pasien yang sembuh juga terus meningkat. Hingga saat artikel ini dibuat, sudah ada 484.757 pasien yang sembuh dari virus ini.

Sentimen negatif lain juga berasal dari data yang dirilis oleh Dana Moneter Internasional atau IMF pada Selasa (14/4) kemarin. IMF menyatakan bahwa ekonomi global mungkin akan mengalami kemerosotan hingga ada di titik negatif 3 persen pada tahun 2020. Nilai tersebut mengalami pemerosotan sebanyak 6,3 poin dari data yang dirilis pada Januari 2020 lalu.

Dana Moneter Internasional atau IMF ramalkan ekonomi RI meningkat 0,5 persen pada tahun 2020

IMF Ramalkan Ekonomi RI Meningkat 0,5 Persen di 2020

Bursa Asia kembali terperosok ke zona merah

Bursa Asia Kembali Terperosok ke Zona Merah