in

Bursa Asia Kembali Terperosok ke Zona Merah

Bursa Asia kembali terperosok ke zona merah
Picture by geralt on Pixabay

Bursa Asia kembali terperosok ke zona merah pada perdagangan hari ini, Rabu (15/4). Hampir semua bursa Asia mengalami pelemahan karena adanya virus Corona yang belum kunjung usai hingga saat ini. Adanya virus Corona ini juga menyebabkan adanya kemungkinan ekonomi global akan melaju ke resesi.

Dana Moneter Internasional atau IMF menyatakan dalam outlook terbarunya bahwa ekonomi global dipredeiksi akan melorot. Pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan akan terjatuh hingga ada di level negatif 3 persen. Nilai tersebut merosot sebanyak 6,3 persen. Padahal pada Januari lalu, IMF sempat memprediksi pertumbuhan ekonomi global akan ada pada titik positif 3 persen.

Pandemi ini juga mengakibatkan biaya hidup manusia menjadi makin besar. Selain itu kiat melindungi diri dari virus ini juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Dengan adanya pandemi ini, krisis ekonomi global semakin terlihat. IMF mengatakan bahwa resesi global yang hebat sejak era Great Depression bisa saja terjadi. Selain itu krisis ekonomi yang mungkin terjadi bisa saja jauh lebih buruk daripada krisis pada tahun 2008-2009.

Baca Juga  Bursa Saham Asia Terjun Bebas di Perdagangan Hari Ini

Bursa Asia Kembali Terperosok ke Zona Merah

Menurut data yang dirilis di CNBCIndonesia, pasar saham China harus mengalami pemerosotan pada hari ini. Indeks Shanghai Composite kembali merosot sebanyak 0,3 persen dan harus duduk manis di posisi 2.818,56. Di sisi lain indeks Shenzen bisa meningkat sebanyak 0,3 persen dan Indeks Hang Seng Hong Kong merangkak sebanyak 0,54 persen.

Bursa indeks di Negeri Matahari Terbit juga mengalami pergerakan yang cukup fluktuatif. Indeks Nikkei 225 masih bisa mengalami peningkatan sebanyak 0,35 persen walaupun saham Fanuc harus terpuruk sebanyak 2,31 persen. Saham dari salah satu waralaba terkenal di Jepang, FamilyMart, harus terdepresiasi sebanyak 4,21 persen. Indeks Topix Jepang juga harus mengalami penurunan sebanyak 0,43 persen.

Bursa saham negeri Kanguru juga harus tergelincir pada hari ini. Indeks acuan S&P/ASX 200 harus tergelincir sebanyak 0,65 persen.  Di sisi lain, bursa saham Korea Selatan hari ini sedang tidak dibuka karena adanya pemilihan parlemen.

Pandemi virus Corona masih menjadi momok bagi investor yang ingin berinvestasi di Asia. Selain itu peringatan IMF akan resesi ekonomi juga menjadi pertimbangan para investor.

Baca Juga  BEI Mengubah Batas Auto Rejection ke 7%
Bursa Asia Merah

IHSG Harus Merosot di Sesi I Perdagangan

Sejarah Perkembangan Rupiah

Sejarah Perkembangan Rupiah yang Harus Anda Tahu (Part 1)