in

Bansos PKH Dicairkan Sri Mulyani

Bansos PKH Dicairkan
Photo by Eka Sariwati on Unsplash

Bansos PKH dicairkan Sri Mulyani pada hari Rabu (15/4) kemarin. Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan ini memiliki jumlah yang cukup besar, yaitu sebanyak Rp16,4 triliun. Pencairan dana bansos ini dilakukan untuk menahan efek virus Corona yang masih mewabah di Indonesia.

Menurut data yang dirilis oleh worldometers, jumlah kasus virus Corona per Kamis (16/4) sudah mencapai lebih dari 2 juta kasus. Jumlah orang yang meninggal akibat virus ini sudah mencapai lebih dari 134 ribu orang. Pasien yang sudah sembuh dari virus ini mencapai lebih dari 510 ribu orang. Di Indonesia sendiri, jumlah kasus virus COVID-19 sudah mencapai 5.136 kasus. Jumlah pasien yang meninggal mencapai 469 pasien dan yang sembuh 446 pasien.

Bansos PKH Dicairkan Sri Mulyani

Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Rahayu Puspasari, pencairan dana bansos dilakukan lebih awal. Hal tersebut dilakukan agar rakyat yang membutuhkan bisa mendapatkan bantuan leih cepat. Selain itu, bantuan ini diharapkan bisa menjaga daya beli selama bulan Ramadan.

Baca Juga  Syarat Keringanan Kredit Bagi Debitur UMKM

Rahayu menambahkan, pencairan dana ini sudah mencapai 43,85 persen dari total dana yang dialokasikan. Dana yang dialokasikan untuk Bansos PKH ini sejumlah Rp37,4 triliun. Total dana tersebut juga termasuk pemberian bantuan sosial kepada 800 ribu keluarga yang terkena dampak virus Corona.

Di sisi lain, pencairan dana untuk Kartu Sembako sudah mencapai 70 persen dari total dana yang telah dipersiapkan. Jumlah dana yang cair untuk kartu tersebut mencapai Rp14 triliun dari total Rp20 triliun pada Rabu kemarin. Penyaluran dana tersebut juga sudah diberikan kepada penerima yang membutuhkan. Dana tersebut dinilai cukup oleh Rahayu hingga penyaluran pada bulan Mei 2020.

Kementrian juga menyegerakan pencairan bansos lainnya, seperti yang dilansir dari CNNIndonesia. Beberapa bansos tersebut adalah Program Indonesia Pintar atau Kartu Indonesia Pintar dan Bidikmisi Kemendikbud yang memiliki total dana sebanyak Rp15,76 triliun. Pencairan dana Program Indonesia Pintar untuk jenjang SMP sudah mencapai Rp12,25 miliar yang diperuntukkan 15.300 siswa SMP di seluruh Indonesia.

Baca Juga  IMF Ramalkan Ekonomi RI Meningkat 0,5 Persen di 2020

Sedangkan untuk Bidikmisi Kemendikbud, dana yang dialokasikan adalah sebanyaj Rp61 miliar bagi 10.100 mahasiswa di Indonesia. Selain itu adapula Bidikmisi Kementrian Agama dengan total dana sebanyak Rp182,28 miliar yang diperuntukkan 530.591 mahasiswa.

Peluang Bisnis Online Shop di Tengah Pandemi Covid-19

Peluang Bisnis Online Shop di Tengah Pandemi Covid-19

Saham Farmasi Banyak Dilirik Investor

Saham Farmasi Banyak Dilirik Investor