in

IHSG Dibuka Di Zona Merah Pada Pagi Ini

Rupiah Anjlok Akibat Harga Minyak Dunia Minus
Picture by Geralt on Pixabay

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan hari ini, Kamis (16/4). Pandemi virus Corona semakin membuat perkembangan saham di Indonesia semakin tidak karuan.

Pada pembukaan pukul 09.00 WIB tadi, IHSG dibuka dalam kondisi yang sama dengan penutupan hari Rabu (15/4). Lalu pada pukul 09.03 WIB, IHSG langsung mengalami kemerosotan sebanyak 1,47 persen dan bertengger di posisi 4.557,967.

Faktor IHSG Dibuka Di Zona Merah

Salah satu faktor yang menyebabkan IHSG dibuka di zona merah antara lain adalah Wall Street yang ditutup dalam keadaan merosot. Indeks Dow Jones Industrial Averages (DJIA) mengalami kemerosotan sebanyak 1,9 persen. Selain itu indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite juga harus mengalami depresiasi. S&P 500 merosot taham sebanyak 2,2 persen dan Nasdaq Composite tergelincir sebanyak 1,4 persen.

Bursa saham Asia juga menjadi terpengaruh akibat merosotnya nilai Wall Street. Menurut data yang dirilis CNBCIndonesia, pukul 08.45 tadi hampir semua pasar saham di Asia tergelincir ke zona merah. Indeks Shang Hai Composite harus merosot sebanyak 0,48 persen. Pun dengan Hang Seng Hong Kong yang mengalami penurunan sebanyak 0,5 persen. Depresiasi yang dialami indeks Topix Jepang juga cukup besar, yaitu sebanyak 1,08 persen. KOSPI Korea Selatan harus mengalami pelemahan sebanyak 0,52 persen. KLCI Malaysia dan Strait Times Singapore harus mengalami kemerosotan masing-masing sebanyak 0,33 persem dam 0,3 persen.

Baca Juga  Penanganan Minyak Tumpah, Ini Upaya Pertamina

Faktor lain yang mempengaruhi penuruna tersebut juga berasal dari perilisan data ekonomi Amerika Serikat (AS). Data yang dirilis tersebut membahas tetang data penjualan ritel yang terjadi selama bulan Maret. Berdasarkan data tersebut, penjualan ritel di bulan Maret mengalami penurunan sebanyak 8,7 persen. Jika mengacu pada angka yang dirilis, penurunan ini adalah penuruna terbesar sejak krisis ekonomi pada tahun 2008.

Dalam data tersebut juga ditunjukkan bahwa ekonomi terbesar di dunia sedang mengalami gonjang ganjing. Sektor manufaktur di New York harus mengalami depresiasi yang cukup besar dan berada di titik negatif 78,2 persen.

Selain itu produksi industri juga harus mengalami pemerosotan sebanak 5,4 persen. Nilai tersebut adalah nilai yang paling rendah sejak tahun 1946. Selain itu manufaktur AS juga merosot sebanyak 6,3 persen dan produksi otomotif harus terjun bebas sebanyak 28 persen.

Syarat Agar Lolos Administrasi Kartu Pra Kerja

Syarat Agar Lolos Administrasi Kartu Pra Kerja

emas kembali merosot

Harga Emas Antam Kembali Jatuh