in

Harga Emas Antam Kembali Jatuh

emas kembali merosot
Picture by Stevebidmead on Pixabay

Harga emas Antam kembali jatuh pada hari ini Kamis (16/4). Logam mulia yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk ini harus mengalami pemerosotan sebanyak 0,45 persen atau sebanyak Rp4.000. Harga emas sekarang dibanderol sebesar Rp890.000 per gram, padahal sebelumnya harga emas sempat dibanderol sebesar Rp894.000 per gram.

Menurut data yang dilansir dari CNBCIndonesia, harga emas Antam dengan ukuran 100 gram mengalami kemerosotan sebanyak 0,45 persen dan bertengger pada harga Rp 89 juta. Kemarin, harga emas 100 gram sempat dijual dengan harga Rp89,4 juta per batang emas. Emas batangan 100 gram kerap kali dijadikan acuan untuk transaksi emas secara umum.

Harga 1 gram emas Antam juga harus mengalami penurunan nilai sebanyak Rp4.000 rupiah dan dihargai Rp939.000 per gram.

Harga emas antam kembali jatuh akibat adanya penurunan harga emas dunia yang terjadi di pasar spot. Penurunan tersebut terjadi akibat dolar AS mengalami penguatan di saat adanya aksi jual ekuitas. Banyak investor yang melakukan aksi jual ekuitas karena adanya ketakuan akan resesi global yang mungkin saja terjadi akibat perkembangan virus Corona di berbagai belahan dunia.

Baca Juga  Mulai Tahun 2020, Pengangguran Dijatah Rp 500 Ribu/Bulan

harga emas spot dunia mengalami kemerosotan sebanyak 0,9 persen dan dibanderol US$1.711,40 per troy ons. Padahal nilainya sempat mengalami peningkatan sebanyak 1,9 persen pada perdagangan sebelumnya. Harga emas pada perdagangan sebelumnya mencapai US$1.746,50 per troy ons dan nilai tersebut adalah nilai tertinggi sejak November 2019. Di sisi lain harga emas berjangka AS harus mengalami pemerosotan sebanyak 1,5 persen dan ada di level US$1.742,80 per troy ons.

Menurut Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities, emas bergerak mengikuti pasar ekuitas. Dengan dilepasnya pasar ekuitas, volatilitas akan terjadi.

Pasar ekuitas global mengalami pemerosotan karena merosotnya harga minyak dan adanya peringaatan dari IMF akan resesi global yang mungkin saja terjadi. Resesi global tersebut diperkirakan adalah resesi terbesar setelah era Great Depression yang terjadi pada tahun 1920an.

Rupiah Anjlok Akibat Harga Minyak Dunia Minus

IHSG Dibuka Di Zona Merah Pada Pagi Ini

Harga Minyak Mentah Kembali Meroket

Harga Minyak Mentah Kembali Meroket