in

Harga Minyak Mentah Kembali Meroket

Harga Minyak Mentah Kembali Meroket
Photo by WORKSITE Ltd. on Unsplash

Harga minyak mentah kembali meroket pada perdagangan hari ini, Kamis (16/4). Kenaikan ini sudah terjadi dalam beberapa perdagangan terakhir. Akan tetapi peningkatan harga minyak ini belum menandakan kondisi ekonomi yang sudah membaik. Bayang-bayang akan terjadinya resesi ekonomi global masih menghantui negara-negara di seluruh dunia.

Harga minyak mentah kembali meningkat pada hari ini. Hal ini dapat dilihat dari naiknya harga minyak Brent yang dihargai US$28,57 per barel atau mengalami peningkatan sebanyak 3,18 persen. Pun dengan harga minyak WTI yang dibanderol US$20,43 per barel atau mengalami penguatan sebanyak 2,82 persen.

Faktor yang Membuat Harga Minyak Mentah Kembali Meroket

Faktor yang mempengaruhi peningkatan harga ini antara lain adanya pangkasan produksi minyak yang disetujui oleh OPEC+. Jumlah volume yang dipangkas sudah mendekati 10 persen dari output minyak global, seperti yang dilansir dari CNBCIndonesia.

Dengan adanya pemangkasan ini, suplai minyak global akan mengalami penurunan hingga 20 juta bpd. Produksi minyak yang dilakukan Amerika Serikat (AS) juga diprediksi akan mengalami pemerosotan. Hal ini dapat dilihat dari laporan EIA yang menunjukkan bahwa produksi AS bisa saja mengalami penurunan hingga 470 ribu bpd.

Baca Juga  Jokowi Pangkas Perizinan Demi Meningkatkan Investasi, Industri Ini Malah Gusar

Banyak negara yang mencoba menambah cadangan minyak strategisnya akibat adanya pandemi virus Corona. beberapa negara bisa menambahkan cadangan minyaknya hingga 200 juta barel penyimpanan. Akan tetapi penyimpanan minyak ini hanya memberikan ruang untuk bernapas untuk beberapa bulan saja. Untuk menghindari terjadinya pemerosotan harga minyak lebih jauh, pemotongan jumlah produksi minyak harus diteruskan, seperti kata Stephen Innes ahli Strategi Pasar Global AxiCorp.

Dengan menurunnya permintaan akan minyak yang melebihi jumlah pemotongan yang dilakukan menjadi indikasi bahwa meningkatnya harga minyak hanyalah dipengaruhi oleh sentimen sesaat.

Jika dilihat dari beberapa perdagangan sebelumnya, harga minyak Brent selau dibuka dalam keadaan menguat namun selalu ditutup dalam keadaan melemah. Jika dilihat sejak tanggal 9 April lalu, harga minyak tersebut sudah mengalami pemerosotan sebanyak 12 persen dan masih berada di bawah US$30 per barel.

Hal yang sama juga terjadi kepada minyak mentah acuan AS, West Texas Intermediate (WTI). WTI sudah mengalami pemerosotan sebesar 12,7 persen. Harga WIT juga masih belum bisa menembus level psikologis di bawah US$20 per barel.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 27 Desember 2019
emas kembali merosot

Harga Emas Antam Kembali Jatuh

Peluang Usaha Ojek Online di Tengah Pandemi Covid-19

Peluang Usaha Ojek Online di Tengah Pandemi Covid-19