in

Rp6,1 Triliun Disiapkan Untuk Keringanan KUR

Rp6,1 Triliun Disiapkan Untuk Keringanan KUR
Photo by Fauzan on Unsplash

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa dana sejumlah Rp6,1 triliun disiapkan untuk keringanan KUR (Kredit Usaha Rakyat). Stimulus yang dilakukan pemerintah Indonesia ini diberikan untuk para debitur KUR yang terkena dampak virus Corona secara langsung maupun tidak langsung.

Menurut Airlangga Hartanto dalam video conference, Rp6,1 triliun disiapkan untuk keringanan KUR oleh pemerintah Indonesia. KUR juga diberikan keringanan lain yaitu kemudahan cicilan bunga dan pokok pada tahun 2020, seperti yang dilansir dari CNNIndonesia.

Penyaluran dana KUR yang terjadi pada tahun 2019 mencapai Rp139,5 triliun. Jumlah dana tersebut sudah mencapai 99 persen dari total target yang sejumlah Rp140 triliun.

Pada tahun ini, pemerintah Indonesia kembali menurunkan suku bunga untuk KUR. Suku bunga tersebut diturunkan menjadi enam persen per tahun. Pemerintah juga meningkatkan plafon atau batas kredit dari Rp140 triliun menjadi sekitar Rp190 triliun.

Pemerintah juga memiliki rencana untuk memberikan insentif bagi berbagai sektor industri. Insentif perpajakan akan diberikan kepada sektor UMKM, Pariwisata, dan jasa yang terkena dampak virus Corona secara langsung maupun tidak langsung.

Baca Juga  Syarat Restrukturisasi Kredit Bagi KUR Petani

Airlangga menambahkan bahwa Peraturan Menteri Keuangan Nomor 23/PMK.03/2020 jangkauannya akan diperluas. Hal ini dilakukan agar sektor industri seperti UMKM, pariwisata, dan jasa bisa mendapatkan insentif dari pemerintah. Akan tetapi aturan teknis dari insentif ini masih digodok oleh pemerintah Indonesia.

Sebagai informasi, pemerintah Indonesia juga sudah memberikan kemudahan dalam cicilan kredit bagi sektor pekerja informal yang terpapar dampak virus Corona. Keringanan ini difokuskan untuk pekerja informal seperti ojek onlinem supir taksi, UKM, dan nelayan.

Cicilan kredit tersebut bisa diajukan kepada perusahaan multifinance, leasing, atau perbankan. Aturan tentang cicilan kredit ini diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam POJK No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical.

Penumpang MRT Merosot

20 April, Registrasi Kartu Prakerja Gelombang II Dimulai

Rupiah Menguat Akibat Sentimen dari Barat

Rupiah Menguat Akibat Sentimen dari Barat