in

Rupiah Menguat Akibat Sentimen dari Barat

Rupiah Menguat Akibat Sentimen dari Barat
Photo by bady qb on Unsplash

Pada perdagangan hari ini, Jumat (17/4) rupiah menguat akibat sentimen dari barat di perdagangan pasar spot. Sentimen tersebut terjadi akibat penyeberan virus Corona yang makin melambat. Hal ini membuat banyak investor makin yakin bahwa virus ini akan segera hilang.

Pada perdagangan hari rupiah dibanderol sebesar Rp15.840 di pembukaan pasar spot. Rupiah mengalami penguatan sebanyak 0,77 persen dibanding perdagangan kemarin.

pada perdagangan kemarin, Kamis (16/4) rupiah mengalami pelemahan sebanyak 0,32 persen melawan dolar AS. Selain rupiah, beberapa mata uang negara Asia juga harus mengalami pelemahan melawan dolar AS.

Selama satu bulan belakangan ini, rupiah mengalami penguatan. Jika dilihat secara month-to-date, rupiah menguat sebanyak 4,29 persen melawan dolar AS. Akan tetapi jika dilihat dari year-to-date, rupiah masih terlihat lemash melawan dolar AS. Jika dilihat dari hal tersebut, rupiah sudah mengalami pelemahan sebanyak 12,39 persen, seperti yang dilansir dari CNBCIndonesia. Oleh karena itu Indonesia masih dianggap undervalued oleh Gubernur Bank Indonesia (BI).

Rupiah Menguat Akibat Sentimen dari Barat

Sentimen positif datang dari bursa Wall Street setelah investor melihat bahwa perlambatan virus Corona makin terlihat. Jika dilihat dari data worldometers, jumlah kasus virus Corona per Jumat (17/4) ada sebanyak 2.182.823 kasus di seluruh dunia. Jumlah pasien yang meninggal ada sebanyak 145.551 pasien dan yang sembuh mencapai 547.589 pasien.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 22 Mei 2020

Menurut data yang dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), persentase laju pertumbuhan virus ini sudah ada dalam kondisi satu digit sejak 30 Maret lalu. Hal ini menunjukkan bahwa tidak lama lagi kurva virus ini bsa melandai atau bahkan bisa menurun.

Di AS sendiri perkembangan virus Corona juga makin sedikit. AS memiliki kecenderungan penambahan pasien dalam kisaran satu digit. Selain itu nilai penambahannya juga lebih sering menurun.

Hal tersebut membuat Donald Trump mulai melonggarkan lockdown dan social distancing di negara tersebut. pelonggaran ini akan diberlakukan secara sedikit demi sedikit. Presiden AS memberikan arahan kepada negara bagian yang memiliki tren kasus virus Corona untuk melonggarkan social distancing dan lockdown secara bertahap.

Rp6,1 Triliun Disiapkan Untuk Keringanan KUR

Rp6,1 Triliun Disiapkan Untuk Keringanan KUR

Bursa Asia Positif Lagi Akibat Kabar dari Trump

Bursa Asia Positif Lagi Akibat Kabar dari Trump