in

Proyeksi Laju IHSG di Perdagangan Hari Ini

bursa Asia menguat karena sentimen positif
Photo by Kevin Ku on Unsplash

Proyeksi laju IHSG di perdagangan hari ini Senin (20/4) adalah menguat karena adanya berbagai faktor. Salah satu faktor yang mengkatrol nilai Indeksa Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah menguatnya bursa saham Amerika Serikat (AS). Selain itu adanya harapan akan ditemukannya vaksin Corona menjadi faktor lain yang memperkuat pertumbuhan IHSG.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (17/4), IHSG ditutup dalam keadaan menguat. IHSG mengalami penguatan sebanyak 3,44 persen atau 154,21 poin dan bertengger di titik 4.634,82. Pada penutupan tersebut IHSG memiliki rentang harga tertinggi 4.637,24 dan terendah 4.480,89.

Menurut data yang dirilis dari Bursa Efek Indonesia (BEI), selama perdagangan Jumat kemarin, nilai transaksi yang terjadi adalah sebanyak Rp7,38 triliun. Dalam transaksi tersebut banyak investor asing yang melakukan net sell di pasar reguler dan negosiasi dengan total nilai sebanyak Rp552,29 miliar.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan, Wall Street juga mengalami penguatan. Penguatan tersebut terjadi karena adanya laporan tentang obat vieus Corona oleh perusahaan farmasi asal AS Gilead Sciences dan membuat saham Gilead Sciences meningkat sebanyak 8 persen. Berita tersebut membuat banyak investor menjadi tidak ragu untuk berinvestasi.

Baca Juga  Efek Corona, Kurs Riyal Mengalami Pelemahan

Indeks Dow Jones Averages (DJIA) mengalami penguatan sebanyak 3 persen. Indeks S&P 500 mengalami peningkatan sebanyak 2,7 persen. Nasdaq Composite juga menguat dengan penguatan sebanyak 1,4 persen.

Proyeksi Laju IHSG di Perdagangan Hari Ini

Menurut analisa teknikal yang dilakukan oleh CNBCIndonesia, IHSG diramalkan akan bergerak positif. Hal ini dilihat dari pergerakan Moving Average periode 20 (MA-20) yang berada di area pivot. Hal tersebut terjadi karena candle ada pada posisi garis MA-20

IHSG masih mencoba untuk bergerak ke posisi 38,2 persen dan memiliki Fibonacci Retracement di posisi 4.842,59. Akan tetapi jika IHSG bergerak ke 23,6 persen dan Fibonacci ada di 4.486,80, IHSG memiliki potensi untuk bearish. Fibonacci Retracement adalah indikator yang digunakan untuk menentukan area yang bisa dijadikan penanda untuk masuk atau keluar.

Menurut indikator Stochatic, IHSG cenderung bergerak ke titik oversold 80 persen dan overbought 20 persen. Selain itu adanya garis MA yang berpotongan di atas titik jenuh menunjukkan IHSG memiliki kecenderungan untuk merosot.

Baca Juga  CrazyRichSurabayan Mengungkap Gagalnya MatahariMall.com

Akan tetapi jika dilihat pada pola candlestick, terlihat adanya pola Bullish Marubozu. Pola ini menandakan nahwa IHSG memiliki potensi untuk menguat.

Kesimpulannya, dengan adanya sentimen positif dari Wall Street dan analisa teknikal, IHSG memiliki potensi untuk menguat mengikuti perkembangan pergerakan Wall Street.

Peluang Bisnis Hotel dan Penginapan di Tengah Pendemi Covid-19

Peluang Bisnis Hotel dan Penginapan di Tengah Pendemi Covid-19

Saham Pilihan Pada Pembukaan Perdagangan

Saham Pilihan Pada Pembukaan Perdagangan Hari Ini