in

Tidak Ada PHK di Emiten Kawasan Industri

tidak ada phk
Photo by sol on Unsplash

Efek dari pandemi Corona ini sudah menyebar ke berbagai sektor, tak terkecuali sektor industri. Salah satu yang menjadi faktor menurunnya perkembangan kawasan industri adalah terbatasnya ekspansi investor di sektor ini. Akan tetapi beberapa emiten kawasan industri menyatakan tidak ada PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) di tengah pandemi Corona ini.

Menurut Managing Director Sinarmas Group dalam wawancaranya kepada CNBCIndonesia, sudah banyak investor asing yang menunda ekspansi karena adanya lockdown. Hal ini mengakibatkan banyak investor yang akan berinvestasi ketika dampak virus sudah berakhir.

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) juga harus menunda proyek Subang City Industri karena tidak adanya investor yang melakukan ekspansi. Menurut Vice Presiden of Investor Relation SSIA Erlin Budiman, banyak investor yang menunda investasi karena adanya travel limitation dari berbagai negara. Hal itu membuat survei lokasi menjadi terhambat. Pendapatan emiten ini paling banyak berasal dari sektor konstruksi. Selain itu karena belum adanya pembatalan proyek pendapatan emiten ini dinilai masih aman.

Baca Juga  Stimulus Jokowi Belum Mampu Dongkrak IHSG

Di sisi lain, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KJIA) menyatakan bahwa penjualan masih berjalan baik. Akan tetapi ada sedikit tekanan terhadap pembelian oleh investor asing, tutur Sekertaris Perusahaan Jababeka Muljadi Suganda.

Tidak Ada PHK di Emiten Kawasan Industri

Walaupun terjadi penurunan terhadap laju pendapatan perusahaan, PHK masih belum menjadi opsi bagi perusahaan tersebut. Efisiensi kerja masih menjadi opsi terbaik di tengah pandemi Corona yang masih belum selesai ini.

Gandi menyatakan dalam interviewnya dengan CNBCIndonesia bahwa PHK massal tidak terjadi dan perusahaan masih berusaha mempertahankan karyawan.

Akan tetapi emiten tersebut masih meninjau lagi tentang target penjualan dan laba yang diterima terhadap perusahaan tersebut. Selain itu mereka juga masih melihat perkembangan pasar sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

Erlin menyatakan bahwa perusahaannya masih mencoba meraih target yang sudah ditetapkan. Akan tetapi efisiensi biaya masih mungkin dilakukan jika perkembangan virus ini tidak segera berakhir.

Saham Pilihan Pada Pembukaan Perdagangan

Saham Pilihan Pada Pembukaan Perdagangan Hari Ini

emas kembali merosot

Harga Emas Roboh Akibat Akan Berakhirnya Lockdown