in

Harga Batu Bara Depresiasi di Perdagangan Minggu Lalu

harga Batu Bara depresiasi
Photo by Vladimir Patkachakov on Unsplash

Di sepanjang perdagangan minggu lalu, harga batu bara harus mengalami pemerosotan. Depresiasi dirasakan oleh batu bara termal kontrak Newcastle. Salah satu faktor yang membuat harga batu bara depresiasi adalah pasar batu bara yang kurang semangat di kawasan Asia Pasifik di saat pandemi Corona.

Di penutupan perdagangan pada Jumat (17/4) lalu batu bara termal Australia merosot tipis sebanyak 0,09 persen dan bertengger di posisi US$56,3 per barel. Akan tetapi jika dilihat dari perubahan mingguan (week on week), harga batu bara depresiasi sebanyak 5,22 persen.

Dilansir dari CNBCIndonesia, ada dua hal yang menjadi pengaruh merosotnya harga batu bara. Faktor yang pertama adalah dua negara konsumen batu bara terbesar, India dan China, memilih untuk menggunakan batu bara domestik.

Faktor Harga Batu Bara Depresiasi

Hal tersebut dapat dilihat dari harga batu bara China yang merosot sebanyak 13,6 persen. Dengan merosotnya harga batu bara domestik, pihak berwenang mencoba mebatasi impor batu bara termal. Selain itu ada kemungkinan pihak berwenang mencoba mendongkrak permintaan batu bara domestik.

Baca Juga  IHSG Dibuka di Zona Hijau Pada Pembukaan Perdagangan

Pun dengan India dengan permintaan batu bara impor yang merosot. Hal ini sejalan dengan menteri batu bara India yang lebih mendukung pembelian batu bara domestik. Hal ini akan menekan permintaan akan impor batu bara ke negara tersebut.

Selain itu faktor lain dari merosotnya harga batu bara dalah tertekannya potensi batu bara di negara-negara Asia.

Hal ini dapat dilihat dari aktivitas bongkar muat yang terjadi di China, India, dan Jepang. Bongkar muat batu bara dilihat mengalami penurunan pada awal April ini.

Jumlah impor batu bara di China sudah merosot dari 21,1 juta ton pada April lalu menjadi 8,7 juta ton pada 15 hari pertama April 2020. Menurut perkiraan, jumlah impor batu bara pada April 2020 hanya mencapai 17,4 juta ton saja.

India juga mengalami penurunan jumlah impor batu bara. Hingga pertengahan April ini, jumlah impor hanya mencapai 5,7 juta ton. Padahal di periode yang sama pada tahun 2019, jumlah impor mencapai 11 juta ton.

Baca Juga  IHSG Kembali Merosot Pada Perdagangan Hari Ini

Jumlah impor batu bara negeri Matahari terbit juga mengalami penurunan yang cukup besar. Pertengahan April ini jumlah impor batu bara hanya 5,7 juta ton dan diprediksi total impor pada April 2020 adalah 11,4 juta ton. Di periode yang sama pada tahun 2019 jumlah impor batu bara Jepang adalah sejumlah 13,2 juta ton.

Penumpang MRT Merosot

Efek PSBB, Penumpang MRT Merosot

Larangan YouTube Terhadap Crypto