in

IHSG Terpuruk Karena Harga Minyak Amblas

IHSG terpuruk karena harga minyak amblas
Photo by Markus Spiske from Pexels

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk karena harga minyak amblas. IHSG harus melorot ke zona merah di pembukaan perdagangan hari ini Selasa (21/4). Hal yang menjadi faktor penyebab IHSG ke zona merah adalah harga minyak yang amblas hingga ke nilai negatif.

Pada perdagangan hari ini, IHSG dibuka dalam keadaan stagnan, seperti yang dilansir dari CNBCIndonesia. Pada pukul 09.03 yang lalu, nilai IHSG harus merosot sebanyak 0,82 persen dan harus duduk manis di level 4.583,43. Selain IHSG, hampir semua bursa saham di kawasan Asia harus mengalami depresiasi yang cukup tajam.

Dapat dilihat bahwa indeks Shanghai Composite harus mengalami pemerosotan sebanyak 0,41 persen. Pun dengan Hang Seng Hong Kong dan Topix Indeks Jepang yang masing-masing merosot 0,34 persen dan 0,55 persen. KOSPI Korea Selatan juga harus mengalami pelemahan sebanyak 0,59 persen. Untuk kawasan ASEAN, Strait Times Singapura dan KLC Malaysia juga mengalami depresiasi. Strait Times mengalami penurunan tipis sebanyak 0,08 persen. KLCI harus menerima penuruna yang lebih b esar, yaitu sebesar 0,64 persen.

Baca Juga  6 Saham Pendongkrak Nilai IHSG, Apa Saja?

Pemerosotan ini terjadi karena bursa Wall Street juga ditutup di zona merah. Dow Jones Index Averages (DJIA) merosot sebanyak 2,2 persen. S&P 500 harus turun sebanyak 1,5 persen dan Nasdaq Composite mengalami pelemahan sebanyak 0,5 persen.

IHSG Terpuruk Karena Harga Minyak Amblas

Pada perdagangan hari ini sentimen negatif dirasa lebih kuat daripada sentimen positif dalam pengaruh pergerakan IHSG. Sentimen negatif yang paling besar adalah harga minyak mentah yang mengalami pemerosotan hingga mencapai nilai negatif.

Hal tersebut dapat dilihat dari harga minyak mentah kontrak berjangka West Texas Intermediate (WIT) pada pukul 05.16 WIB tadi. Harga WIT mengalami penurunan yang cukup tajam hingga mencapai nilai minus US$37,63 per barel. Ketika harga minyak mencapai level minus, ini menandakan bahwa minyak sedang tidak laku dan pemegang kontrak bisa saja memberikan minyak secara cuma-cuma.

Menurunnya harga minyak dunia hingga mencapai level negatif adalah hal yang terjadi pertama kali dalam sejarah. Menurunnya harga minyak tidak lain terjadi akibat infeksi dari virus Corona. Karena masih menyebarnya virus ini, orang-orang tidak bisa keluar dari rumah dan konsumsi minyak menjadi berkurang.

Baca Juga  IHSG Ditutup Dalam Keadaan Menguat
Peluang Usaha Jual-Beli Mobil Bekas di Tengah Pendemi Covid-19

Peluang Usaha Jual-Beli Mobil Bekas di Tengah Pendemi Covid-19

Rupiah Anjlok Akibat Harga Minyak Dunia Minus

Rupiah Anjlok Akibat Harga Minyak Dunia Minus