in

Rupiah Anjlok Akibat Harga Minyak Dunia Minus

Rupiah Anjlok Akibat Harga Minyak Dunia Minus
Picture by Geralt on Pixabay

Melawan dolar AS, nilai tukar rupiah anjlok akibat harga minyak dunia minus pada perdagangan hari ini, Selasa (21/4). Dengan merosotnya harga minyak hingga ke titik negatif membuat volatilitas pasar menjadi tinggi.

Pada pembukaan perdagangan pasar spot hari ini, US$1 setara dengan Rp15.450. Nilai rupiah mengalami penurunan sebanyak 0,49 persen daripada penutupan perdagangan pada Senin (20/4) kemarin. Pada perdagangan pasar spot kemarin, rupiah ditutup dalam keadaan menguat sebanyak 0,16 persen. Pada saat itu rupiah adalah mata uang terbaik di seluruh Asia.

Pada bulan ini rupiah sudah mengalami peningkatan yang cukup baik, yaitu sebanyak 5,67 persen melawan dolar AS. Namun dengan menguatnya rupiah, banyak investor yang mencoba untuk melakukan profit taking atau pengambilan untung. Profit taking akan dilakukan oleh investor ketika keadaan pasar sedang tidak baik. Oleh karena itu nilai rupiah menjadi anjlok pada perdagangan hari ini.

Rupiah Anjlok Akibat Harga Minyak Dunia Minus

Merosotnya nilai rupiah juga dipengaruhi oleh harga minyak yang merosot cukup tajam. Menurut data yang dirilis oleh CNBCIndonesia, harga minyak light sweet mengalami pemerosotan hingga 102,92 persen pada pukul 08.28 lalu. Minyak jenis light sweet harus terpuruk di level US$1,1 per barel.

Baca Juga  Rupiah Ada di Posisi Terburuk di Asia

Merosotnya harga minyak dunia ini dipengaruhi oleh posisi kontrak yang akan kadaluarsa pada 21 April waktu AS. Di saat mendekati akhir kontrak ini, tidak ada emiten yang ingin membeli minyak tersebut. Pembeli minyak memilih untuk melakukan pembelian yang akan dikirim pada Juni yang akan datang. Untuk harga minyak yang akan dikirm pada saat itu masih memiliki harga wajar, yaitu sebesar US$20 per barel. Menurut Phil Flynn, Senior Market Analyst di Price Futures Group, tidak ada orang yang membeli minyak walaupun harganya sudah diturunkan sebanyak mungkin.

Walaupun harga minyak pada bulan Juni masih dinilai aman, namun virus Corona masih mengacam harga minyak tersebut. Menurut data yang dirilis oleh worldometers per Selasa (21/4) pukul 10.02 WIB, jumlah kasus virus Corona di seluruh dunia sudah mencapai lebih dari 2,4 juta kasus. Jumlah orang yang meninggal akibat virus ini mencapai 170 ribu orang. Jumlah pasien yang sembuh juga terus meningkat, yaitu sebanyak 646.854 pasien.

Baca Juga  Dolar Australia Menguat Melawan Rupiah, Kenapa?
IHSG terpuruk karena harga minyak amblas

IHSG Terpuruk Karena Harga Minyak Amblas

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 21 April 2020