in

Bursa Asia Menangis Efek Harga Minyak Dunia

Bursa Asia Menangis Efek Harga Minyak Dunia
Photo by Annie Spratt on Unsplash

Bursa Asia menangis efek harga minyak dunia pada perdagangan hari ini Selasa (21/4). Harga minyak dunia merosot hingga mencapai titik minus pada perdagangan hari ini.

Salah satu faktor yang menjadi penyebab merosotnya harga minyak dunia adalah banyaknya pasokan minyak dan tidak adanya fasilitas untuk menyimpan. Selain itu ada penyebaran virus Corona juga masih menjadi faktor yang menjadi penggerak harga minyak.

Dengan adanya lockdown yang terjadi di berbagai penjuru dunia, persedian minyak menjadi meningkat tajam. Hal ini membuat harga minyak global berada di posisi terendah dalam sejarah.

Bursa Asia Menangis Efek Harga Minyak Dunia

Menurut data yang dirilis oleh CNBCIndonesia, pasar saham China harus mengalami koreksi pada pembukaan perdagangan. Hal ini dapat dilihat dari nilai saham Shanghai Composite yang merosot sebanyak 0,74 pesen. Saham Shenzen juga harus mengalami penurunan sebanyak 0,85 persen dan Hang Seng Hong Kong mengalami depresiasi yang cukup besar yaitu sebanyak 1,68 persen.

Saham Jepang juga mengalami penurunan akibat merosotnya nilai Wall Street dan merosotnya harga minyak dunia. Indeks Nikkei Jepang merosot hingga 1,16 persen dan indeks Topix terjerembab sebanyak 0,64 persen. Nilai indeks Nikkei turun akibat merosotnya nilai saham blue chip Jepang. Saham Soft bank turun sebanyak 1 persen dan Fast Retailing sebanyak 2 persen. Saham bidang elektronik Jepang pun mengalami penurunan. Saham Canon harus turun sebanyak 1 persen dan Mitsubishi Electrik tergelincir sebanyak 0,7 persen.

Baca Juga  Bursa Saham Asia Tergelincir Lagi

Saham negeri Ginseng juga terdepresiasi cukup dalam. Indeks KOSPI Korea Selatan turun sebanyak 1,57 persen an KOSDAQ tergelincir sebanyak 1,69 persen.

Saham acuan Australia S&P/ASX 200 mengalami pemerosotan hingga 0,64 persen. Hal ini terjadi karena beberapa saham Australia juga mengalami penurunan. BHP dan Rio Tinto mengalami penurunan lebih dari 1 persen. Untuk sektor minyak saham Oil Search dan Woodside Petroleum masing-masing mengalami penurunan sebanyak 0,4 persen dan 0,3 persen.

Merosotnya nilai saham Asia ini dikarenakan harga minyak kontrak berjangka AS, West Texas Intermediate, mengalami pemerosotan hingga ke titik negatif. Selain itu pandemi virus Corona yang masih belum usai juga menjadi faktor utama menurunnya nilai saham Asia.

 

Harga Emas Dunia Merosot Akibat Greenback

Harga Emas Dunia Merosot Akibat Greenback

saham Migas tergelincir karena harga minyak dunia

Saham Migas Tergelincir Karena Harga Minyak Dunia