in

Rupiah Merosot Terhadap Mata Uang Safe Haven

Rupiah Merosot Terhadap Mata Uang Safe Haven
Photo by Annie Spratt on Unsplash

Di perdagangan hari ini, Rabu (22/4) rupiah melemah melawan dolar Amerika Serikat (AS). Menurunnya nilai rupiah ini didasari oleh munculnya sentimen negatif akibat harga minyak mentah yang tidak karuan turunnya. Ketika sentimen pasar memburuk, mata uang safe haven (aset aman) akan mengalami peningkatan. Hal ini menyebabkan nilai rupiah merosot terhadap mata uang safe haven.

Ada tiga jenis mata uang yang dianggap safe haven oleh banyak investor. Mata uang tersebut adalah dolar AS, yen Jepang, dan franc Swiss.

Rupiah Merosot Terhadap Mata Uang Safe Haven

Menurut data yang dilansir dari CNBCIndonesia, pada pukul 10.10 WIB tadi rupiah mengalami pemerosotan hingga 0,78 persen terhadap dolar AS. Dolar AS dibanderol sebesar Rp15.520 per USD. Dihadapan yen, rupiah harus merosot sebanyak 0,82 persen dan dibanderol sebesar Rp144,01 per JPY. Pun dengan ketika melawan franc, rupiah harus mengalami penurunan hingga 0,77 persen dan bertengger di posisi 15.998,35 per CHF.

Disaat harga minyak dunia masih belum merosot, rupiah terus mengalami peningkatan terhadap mata uang tersebut. Rupiah selalu menguat disaat sentimen pasar sedang baik. Hal ini dapat dilihat dari penguatan rupiah terhadap mata uang safe haven 2 minggu yang lalu. Terhadap dolar, rupiah menguat sebanyak 6,1 persen. Rupiah juga perkasa melawan yen dan franc dengan penguatan masing-masing 5,28 persen dan 5,91 persen.

Baca Juga  Harga Batu Bara Masih Stagnan Hari Ini

Nilai rupiah merosot terhadap mata uang safe haven karena harga minyak mentah dunia yang tidak stabil. Hal ini dapat dilihat dari harga minya mentah West Texas Intermediate (WTI) yang harganya mencapai titik negatif. Pada perdagangan kemarin, WTI mengalami penurunan hingga 305,97 persen dan dihargai negatif US$37,63 per barel. Dengan terjadinya hal ini, investor menjadi ragu untuk berinvestasi dan memilih untuk mengalokasikan dana mereka di investasi safe haven.

Merosotnya harga minyak WTI ini dikarenakan kontrak pengiriman Mei yang sudah kadaluarsa Selasa kemarin. Untuk harga minyak pengiriman Juli dinilai masih stabil. Pada penutupan perdagangan Senin (20/4) kemarin, minyak WTI dibanderol sebesar US$20,43 barel. Harga tersebut adalah gambaran pasar yang sebenarnya.

Jenis dari Perdagangan Internasional

Jenis dari Perdagangan Internasional

Bursa Asia Merah

Bursa Asia Merah, IHSG Bisa Menghijau