in

Bursa Asia Merah, IHSG Bisa Menghijau

Bursa Asia Merah
Photo by Austin Distel on Unsplash

Bursa Asia merah pada perdagangan hari ini, Rabu (22/4). Melajunya Bursa Asia di zona morah dikarenakan merosotnya harga minyak dunia hingga ke posisi negatif. Selain itu kegelisahan investor akan penyebaran virus Corona masih menjadi sentimen negatif terhadap bursa Asia.

Walaupun adanya kabar bahwa Senat Amerika Serikat (AS) memberikan stimulus untuk melawan virus Corona, investor masih ragu untuk berinvestasi. Padahal stimulus yang diucurkan pemerintah AS tidak main-main. Pemerintah AS mengucurkan danan sebesar US$484 miliar kemarin, Selasa (21/4) untuk menahan laju penyebaran virus Corona.

Bursa Asia Merah, IHSG Bisa Menghijau

Menurut data yang dirilis di CNBCIndonesia, pasar saham China mengalami pemerosotan di pembukaan perdagangan. Indeks Shanghai Composite mengalami pemerosotan sebanyak 0,41 persen. Saham Shenzen juga merosot sebanyak 0,5 persen. Pasar saham Hong Kong, indeks Hang Seng, mengalami penurunan paling besar di China yaitu sebanyak 0,6 persen.

Bursa saham negeri Matahri Terbit juga harus terjun bebas hari ini. Indeks Nikkei 225 harus terjatuh sebanyak 1,32 persen dan indeks Topix tergelincir sebanyak 0,93 persen. Merosotnya nilai Nikkei 225 dikarenakan saham blue chip Jepang juga mengalami penurunan. Saham Softbank mengalami penurunan hampir 2 persen dan Fast Retailing harus terjerembab lebih dari 1 persen. Untuk saham sektor energi, Japan Petroleum harus merosot lebih dari 3 persen dan Inpex terjun bebas sebanyak 2 persen.

Baca Juga  Imbas dari Lesunya Ekonomi Global, Beberapa Emiten Turunkan Target IHSG

Indeks KOSPI Korea Selatan dan KOSDAQ masing-masing mengalami penurunan sebanyak 1,55 persen dan 0,95 persen.

Saham indeks Acuan Australia, S&P/ASX 200, harus mengalami penurunan sebanyak 1,27 persen. Hal tersebut terjadi karena saham emiten migas di Australia juga mengalami penurunan. Oil Search jatuh bebas sebanyak 5 persen, Santos turun 4 persen dan Woodside Petroleum merosot mendekati 4 persen. Merosotnya saham emiten migas ini dipengaruhi oleh harga minyak dunia yang masih belum stabil.

Di sisi lain, bursa saham Indonesia mengalami peningkatan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami peningkatan sebanyak 0,58 persen dan bertengger di posisi 4.528. Nilai transaksi yang terjadi di perdagangan hari ini adalah Rp3,4 triliun.

Rupiah Merosot Terhadap Mata Uang Safe Haven

Rupiah Merosot Terhadap Mata Uang Safe Haven

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 22 April 2020