in

Harga Emas Masih di Titik US$1.700

emas kembali merosot
Picture by Stevebidmead on Pixabay

Walaupun harga emas mengalami pemerosotan pada hari ini, Kamis (23/4), harga emas masih di titik US$1.700 per troy ons. Menurunnya harga emas terjadi akibat menguatnya nilai dolar AS di hadapan mata uang lainnya.

Menurut data yang dirilis CNBCIndonesia, harga emas masih di titik US$1.700 di perdagangan pasar spot. Nilai emas mengalami penurunan sebanyak 0,25 persen. Menurunnya harga emas ini diakibatkan karena nilai dolar AS mengalami penguatan. Jika dilihat dari Jumat minggu lalu, dolar AS sudah mengalami penguatan hingga 0,66 persen.

Semakin tinggi nilai dolar, harga emas akan bergerak menurun. Hal ini dikarenakan emas dijual dalam harga dolar AS. Jika dolar menguat, harga emas memiliki potensi untuk menguat sehingga permintaan akan emas menjadi sedikit.

Walaupun begitu, harga emas masih tidak mau turun dari titik US$1.700 per troy ons. Di saat level psikologis emas ada di titik US$1.700 per ons sudah terlewati, kemungkinan harga emas menembus US$1.800 bisa saja terjadi. Menguatnya harga emas juga didasari oleh kondisi keuangan dunia yang masih belum stabil akibat Corona.

Baca Juga  Mantap, Harga Emas Antam Naik RP 28 Ribu Per Gram

Popularitas emas sedang naik karena adanya stimulus fiskal dari pemerintah AS. Pemerintah AS sedang menyiapkan stimulus terbarunya untuk menghadang efek pandemi Corona. Jumlah dana untuk stimulus ini juga tidak main-main, yaitu hampir sebanyak US$500 miliar.

Menurut kepala Trader Global Investors AS, Michael Matousek, saat ini emas sedang mencapai titik popularitas tertinggi. Hal ini dapat dilihat dari pasar emas yang terlihat bullish. Hal ini dikarenakan adanya stimulus fiskal dan penyebaran virus Corona yang terjadi di seluruh dunia.

Selain itu, kondisi ini juga didukung oleh kebijakan yang diberikan The Fed atau Bank Sentral AS. The Fed memberikan keringanan moneter yang membuat popularitas emas menjadi meningkat. Hal ini dapat dilihat dari suku bunga acuan di negara maju yang sudah mendekati titik 0 persen. Bank sentral di seluruh dunia juga sudah melakukan quantitative easing atau pembelian aset keuangan.

 

bursa Asia menguat karena sentimen positif

Bursa Asia Menguat karena Sentimen Positif

Mengenal MIA Trader dan James Harrison

Mengenal MIA Trader dan James Harrison