in

Bursa Asia Mayoritas Menguat Karena Wall Street

Bursa Asia Mayoritas Menguat Karena Wall Street
Photo by Campaign Creators on Unsplash

Pada perdagangan hari ini, Senin (27/4), bursa Asia mayoritas menguat karena Wall Street. Wall Street mengalami penguatan pada penutupan perdagangan akhir minggu lalu.

Pada penutupan akhir minggu Wall Street pada Jumat (27/4), Wall Street mengalami penguatan karena adanya paket stimulus dari Donald Trump. Indeks Dow Jones Industrial Averages (DJIA) mengalami penguatan sebanyak 1,1 persen. S&P 500 juga menguat sebanyak 1,4 persen. Nasdaq Composite ditutup dalam keadaan meningkat sebanyak 1,7 persen. Paket stimulus tersebut bernilai sejumlah US$484 miliar. Stimulus ini akan dialokasikan untuk pinjaman usaha kecil, rumah sakit, dan pendanaan tes masal di Amerika Serikat (AS).

Bursa Asia Mayoritas Menguat Karena Wall Street

Menurut data yang dirilis oleh CNBCIndonesia, pada perdagangan hari ini Bursa Asia mayoritas mengalami penguatan. Hal ini dapat dilihat dari bursa China, Shanghai Composite dan Shenzen yang masing-masing meningkat sebanyak 0,61 persen dan 0,67 persen. Pun dengan bursa Hong Kong, indeks Hang Seng, yang mengalami penguatan sebanyak 1,49 persen.

Baca Juga  Dolar Singapura Tembus Rp10.600, Rekor Sejak 2019

Bursa saham Negeri Sakura juga meningkat karena akan adanya keputusan yang akan dimusyawarahkan oleh bank sentral Jepang. Indeks Nikkei 225 mengalami peningkatan sebanyak 1,73 persen dan Topix sebanyak 0,85 persen. Menguatnya indeks Nikkei 225 ini dipengaruhi ileh menguatnya saham bluechip Jepang. Saham bluechip Jepang sektor elektronik yang mengalami penguatan antara lain adalah Canon, Mitsubishi Electric, Sony, dan Panasonic. Canon menguat sebanyak 3 persen, Mitsubishi Electric menguat sebanyak lebih dari 1 persen, dan Sony dan Panasonic menguat mendekati 1 persen. Sektor teknologi Jepang juga tidak mau kalah. Advantest meroket sebanyak 7 persen dan Tokyo Electron merangkak naik sebanyak 2 persen.

KOSPI Korea Selatan juga mengalami peningkatan yang cukup besar. KOSPI menguat sebanyak 1,14 persen dan melaju di zona hijau.

Di sisi lain, indeks acuan Australia S&P/ASX 200, harus mengalami pemerosotan sebanyak 0,35 persen. Hal ini terjadi karena indeks sektor pertambangan Australia mengalami penurunan. Saham BHP harus terdepresiasi sebanyak 0,6 persen, Fortescue Metals merosot 0,4 persen, dan Rio Tinto terjerembab hampir sebanyak 0,4 persen.

Baca Juga  Wall Street Membaik, Apakah IHSG Bisa Mengikuti?

Akan tetapi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju dalam keadaan kurang stabil. Pada pembukaan perdagangan IHSG sempat menguat. Akan tetapi, pada pukul 10.30 WIB tadi, nilai IHSG harus turus sebanyak 0,04 persen. Di perdagangan sesi I, investor asing melakukan net sell sebanyak Rp254,97 miliar di pasar negosiasi dan reguler.

Sektor Transportasi Terjadi PHK Akibat Corona

Sektor Transportasi Terjadi PHK Akibat Corona

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 27 April 2020