in

Obligasi RI Jangka Panjang Banyak Dicari Investor

Obligasi RI Jangka Panjang Banyak Dicari Investor
Photo by Austin Distel on Unsplash

Harga obligasi pemerintah RI merosot pada perdagangan hari ini, Selasa (28/4). Hal ini dikarenakan meningkatnya minat investor terhadap aset-aset yang memiliki risiko tinggi. Hal ini membuat obligasi RI jangka panjang banyak dicari investor.

Jika dilihat dari pasar global, pertumbuhan pasar global sedang membaik karena adanya stimulus yang diberikan oleh banyak bank sentral dari seluruh dunia. Selain itu, adanya pelonggaran lockdown di berbagai negara juga menjadi faktor berubahnya harga aset degan risiko.

Di sisi lain, pemerintah RI akan melakukan pelelangan terhadap Surat Utang Negara (SUN) dengan target sebanyak Rp20 triliun, seperti yang dilansir dari CNBCIndonesia.

Merosotnya harga obligasi ini sejalan dengan penurunan harga yang terjadi di pasar surat utang negara maju dan berkembang. Hal ini dapagt dilihat dari melemahnya 3 seri acuan yang ada di pasar surat utang negera maju dan berkembang. 3 seri acuan tersebut adalah FR081 dengan tenor 5 tahun, FR0082 dengan tenor 10 tahun, dan FR0080 dengantenor 15 tahun. Akan tetapi, FR0083 dengan tenor 20 tahun menguat di perdagangan pasar. Jika dilihat dari data, SBN tenor 10 tahun mengalami penurunan paling jelek ke tiga di dunia. Penurunan paling besar dirasakan oleh Brasil dan Rusia. Dengan menurunnya harga SUN, membuat obligasi RI jangka panjang banyak dicari investor pada perdagangan hari ini.

Baca Juga  Harga Minyak Dunia Terbang Akibat Stimulus Bank Sentral

Kemerosotan yang terjadi di pasar obligasi pemerintah ini dikarenakan harga obligasi wajar yang mengalami penurunan. Indeks INDOBeX Government Total Return yang dimiliki oleh PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI/IBPA) mengalami penurunan. Indeks tersebut mengalami penurunan sebanyak 0,42 persen atau sebanyak 1,11 poin. Hal ini membuat indeks ini bertengger di posisi 265,71.

Merosotnya nilai di pasar surat utang juga senada dengan merosotnya nilai rupiah di pasar valas. pada hari ini, rupiah mengalami pelemahan sebanyak 0,82 persen. Hal ini membuat US$1 dihargai sebanyak Rp15.435 di perdagangan pasar spot.

 

5 Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Menabung

5 Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Menabung

IHSG Tidak Stabil Karena Volatilitas Tinggi

IHSG Tidak Stabil Karena Volatilitas Tinggi