in

IHSG Tidak Stabil Karena Volatilitas Tinggi

IHSG Tidak Stabil Karena Volatilitas Tinggi
Photo by Austin Distel on Unsplash

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak stabil karena volatilitas tinggi di perdagangan hari ini, Selasa (28/4). Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka dalam keadaan menguat sebanyak 0,2 persen dan bertengger di posisi 4.522,31. Akan tetapi tidak lama kemudian nilai IHSG langsung merosot ke zona merah dan akhirnya kembali lagi ke zona hijau.

IHSG Tidak Stabil Karena Volatilitas Tinggi

Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya hal ini adalah pergerakan Wall Street pada perdagangan dini hari tadi. Bursa saham negeri Paman Sam tersebut ditutup dalam keadaan menguat sebanyak lebih dari 1 persen. Hal ini dilihat dari meningkatnya saham Dow Jones Indeks Averages (DJIA) yang menguat sebanyak 1,51 persen, S&P 500 menguat 1,45 persen, dan Nasdaq Composite merangkak naik sebanyak 1,6 persen.

Di sisi lain, bursa saham Asia banyak yang melaju di zona merah pada perdagangan hari ini. Padahal ada beberapa bursa saham Asia yang dibuka dalam keadaan hijau. Dilansir dari CNBCIndonesia, per pukul 09.12 WIB, indeks Nikkei sudah mengalami pemerosotan sebanyak 0,60 persen. Hal yang sama juga terjadi terhadap indeks di China. Indeks Hang Seng Hong Kong merosot sebanyak 0,04 persen dan indeks Shanghai terjun bebas sebanyak 1,13 persen. Hal yang sama juga terjadi di indeks Asia Tenggara. Indeks Strait Times Singapura harus tergelincir sebanyak 0,30 persen.

Baca Juga  IHSG Bergerak Fluktuatif Karena Lockdown Longgar

Padahal sebelumnya ada kabar baik yang bisa meningkatkan saham IHSG. Berita tersebut adalah adanya stimulus dari Amerika Serikat (AS) yang sudah disepakati pada Jumat (24/4). Stimulus tersebut memiliki jumlah yang luar biasa, yaitu sebanyak US$484 miliar. Stimulus tersebut akan dibagikan ke beberapa sektor seperti UMKM, rumah sakit, dan memperbanyak rapid test di AS. Secara rinci, US$370 miliar akan diberikan kepada sektor UMKM, US$75 miliar untuk rumah sakit di AS, dan US$25 miliar untuk memperbanyak rapid test.

Di Indonesia sendiri, jumlah kasus virus Corona masih bertambah, Dilihat dari data yang dirilis oleh worldometers, per Selasa (28/4) pukul 11.56 WIB, sudah ada 9.096 kasus di seluruh Indonesia. Jumlah pasien yang meninggal ada sebanyak 765 pasien dan 1.151 pasien bisa sembuh dari virus COVID-19 ini.

Obligasi RI Jangka Panjang Banyak Dicari Investor

Obligasi RI Jangka Panjang Banyak Dicari Investor

Cara Menjadi Orang Kaya dengan Binomo

Cara Menjadi Orang Kaya dengan Binomo