in

IHSG Ditutup Dalam Keadaan Menguat

IHSG Ditutup Dalam Keadaan Menguat
Photo by Pexels on Pixabay

Di penutupan perdagangan kemarin, Selasa (28/4) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dalam keadaan menguat, walaupun investor asing masih keluar dari Indonesia. IHSG mengalami penguatan sebanyak 0,36 persen dan bertengger di level 4529,55. IHSG ditutup menguat karena baebagai faktor. Salah satu faktor tersebut adalah diangkatnya lockdown yang terjadi di berbagai negara.

IHSG Ditutup Dalam Keadaan Menguat

IHSG bergerak dengan volatilitas tinggi pada perdagangan kemarin. IHSG dibuka dengan mengalami peningkatan sebanyak 0,35 persen. Akan tetapi, di sesi I IHSG harus beristirahat dengan mengalami pelemahan sebanyak 0,16 persen dan duduk manis di level 4.506.

Di sesi II, IHSG dibuka di zona hijau dengan penguatan sebanyak 0,2 persen. Walaupun di sesi II IHSG masih terlihat berjalan dengan susah payah, namun IHSG ditutup dalam keadaan menguat sebanyak 0,36 persen.

Dikutip dari CNBCIndonesia, jumlah transaksi pada perdagangan kemarin mencapai Rp6,2 triliun. Volume perdagangan yang terjadi mencapai Rp6,4 miliar dan memiliki frekuensi transaksi sebanyak 482.972 kali.

Menurut data yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing melakukan net sell hingga mencapai Rp1,1 triliun pada semua pasar. Saham yang terpengaruh oleh hal ini ada 5 saham, yaitu BBRI, BBCA, TLKM, BTPS, dan ASII. PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dijual sebesar Rp338,7 miliar, PT Bank Central Asia (BBCA) sebesar Rp285 miliar, PT Telekomunikasi Indonesia sebesar Rp39 miliar, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah (BTPS) sebesar Rp31,5 miliar, dan PT Astra Internasional Indonesia (ASII) sebesar Rp31,1 miliar.

Baca Juga  Perhatikan Beta Sahamnya Agar Dapat Cuan!

Pada perdagangan kemarin, ada 6 sektor saham yang mengalami penguatan. Sektor tersebut adalah industri, pertanian, konsumer, aneka industri, perdagangan, dan infrastruktur. Sektor industri berhasil meningkat sebanyak 2,99 persen, pertanian sebanyak 2,51 persen, konsumer sebanyak 2,29 persen, aneka industri sebanyak 0,78 persen, perdagangan sebanyak 0,62 persen dan infrastruktur sebanyak 0,55 persen.

Di sisi lain ada beberapa sektor saham yang harus mengalami penurunan pada perdagangan kemarin. Sektor tersebut adalah properti, pertambangan, dan keuangan. Properti tergelincir 0,42 persen, pertambangan melorot 0,95 persen dan keuangan terjun bebas sebanyak 1,53 persen.

Binomo Antara Broker yang Bisa Dipercaya dan Scam

Broker Binomo yang Dikira Scam

5 Tipe Aplikasi Saham

5 Tipe Aplikasi Saham yang Anda Harus Tahu