in

Harga Emas Global Stagnan karena The Fed

Harga Emas melonjak rekor
Photo by hamiltonleen on Pixabay

Harga emas global stagnan pada perdagangan di pasar spot pada hari ini, Kamis (30/4). Hal ini terjadi karena Bank Sentral AS atau The Fed tidak mengubah suku bunga acuan.

Hal lain yang membuat harga emas global stagnan adalah hasil uji coba obat anti Corona yang dibuat oleh Gilead Science. Dari hasil uji coba obat tersebut, menunjukkan bahwa hampir separuh dari pasien yang mengikuti uji coba berhasil sembuh dari Corona. Selain itu faktor lain yang menyebabkan harga emas menjadi stagnan adalah dicabutnya ketentuan lockdown oleh Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Eropa lainnya.

Harga Emas Global Stagnan karena The Fed

Dikutip dari CNBCIndonesia, harga emas global stagnan pada perdagangan pasar spot. Harga emas hanya mengalami penguatan tiis sebanyak 0,01 persen pada hari ini. Harga emas dihargai sebesar US$1.711,31 per troy ons, sedangkan pada perdagangan kemarin harga emas dihargai sebesar 1.711,25 per troy ons.

Pada dini hari tadi, The Fed mengeluarkan keputusan untuk menahan Federal Fund Rate di titik target 0 persen sampai 0,25 persen. Padahal kondisi keuangan AS sedang tidak baik. Pasalnya, kondisi perekonomian negeri Paman Sam ini mengalami penurunan sebanyak 4,8 persen pada kuartal pertama tahun 2020 ini. Akan tetapi, Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa stimulus dengan bentuk lain disiapkan untuk menolong perekonomian AS akibat virus Corona.

Baca Juga  Perdagangan Konstruksi Inflasi 0,02 Persen, Kenapa?

Powell menyatakan bahwa suku bunga akan ditahan hingga ekonomi AS dinyatakan sudah ‘sembuh’ dari virus Corona. Selain itu alasan ini disesuaikan dengan target penciptaan lapangan kerja yang baru dan menstabilkan harga yang ada di AS.

Selain itu, aksi pembelian aset keuangan atau Quantitative Easing masih dilakukan oleh The Fed. The Fed akan berusaha untuk terus mendongkrak perekonomian AS dengan melakukan pembelian obligasi pemerintah, efek beragun aset properti, hingga obligasi korporasi yang memiliki rating kurang bagus.

The Fed juga sudah mengeluarkan stimulus sebesar US$2,3 triliun. Dalam stimulus tersebut, ada program pinjaman untuk perusahaan dengan karyawan yang mencapai 10 ribu orang atau perusahaan dengan penjualan maksimal sebesar 2,5 miliar di 2019. Program pinjaman yang disebut Main Street ini memiliki nilai yang cukup fantastis, yaitu sebesar US$600 miliar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau

IHSG Dibuka di Zona Hijau Pada Pembukaan Perdagangan

Dolar Australia Merosot Dihadapan Rupiah

Dolar Australia Merosot Dihadapan Rupiah