in

Harga Minyak Masih Terus Meningkat

Harga Minyak Masih Terus Meningkat
Photo by Kevin Harris on Unsplash

Harga minyak masih terus meningkat pada perdagangan hari ini, Jumat (1/5). Harga minyak mentah kontrak futures meningkat karena adanya pemotongan produksi minyak yang dilakukan oleh negara-negara OPEC+.

Dilansir dari CNBCIndonesia, per pukul 09.20 WIB, minyak Brent dihargai sebesar US$26,78 per barel. Harga minyak mengalami penguatan sebanyak 6,02 persen dari penutupan pada Kamis (30/4). Harga minyak acuan Amerika Serikat (AS), West Texas Intermediate (WTI), juga mengalami penguatan. WTI mengalami pengutana sebesar 3,18 persen dan dibanderol sebesar US$19,44 per barel.

Meningkatnya harga minyak WTI sudah mulai mendekati level psikologis di titik US$20 per barel. Harga minyak dunia terus mengalami peningkatan setelah mengalami penurunan tajam hingga di titik negatif US$37,63 per barel pada pertengahan April lalu.

Harga minyak bumi bisa mencapai titik negatif dikarenakan pandemi virus Corona. Dengan adanya lockdown yang terjadi di berbagai negara, jumlah permintaan akan bahan bakar juga makin berkurang. Akan tetapi, jumlah produksi minyak pada saat itu belum diturunkan oleh negara-negara OPEC+.

Baca Juga  Harga Minyak Merosot Akibat Kasus Corona Naik

Harga Minyak Masih Terus Meningkat

Meningkatnya harga minyak secara terus menerus ini dikarenakan adanya sentimen positif dari berbagai faktor. Faktor utama yang mempengaruhi adalah sudah mulai dilonggarkan kebijakan lockdown di negara-negara Eropa. Dengan dilonggarkannya lockdown di negara-negara tersebut, asa akan berputarnya kembali roda ekonomi menjadi makin besar.

Faktor kedua yang mempengaruhi perubahan harga minyak adalah meningkatnya persediaan minyak mentah di Amerika Serikat. Menurut data yang dirilis oleh Agensi Informasi Energi (EIA) AS, persediaan minyak AS mengalami peningkatan sebanyak 9 juta barel atau sebanyak 527,6 juta barel. Akan tetapi, kenaikan ini dinilai masih rendah dibanding proyeksi pakar analisis. Pakar analisis menyatakan bahwa stok minyak mentah seharusnya meningkat hingga 10,6 juta barel.

Faktor ketiga yang mempengaruhi harga minyak adalah keputusan untuk pemangkasan produksi yang dilakukan oleh OPEC+. OPEC+ akan memangkas jumllah produksi hingga 9,7 juta barel per hari (bpd). Jumlah tersebut sudah mendekati 10 persen dari jumlah output minyak global yang ada.

IHSG Kembali Ditutup di Zona Hijau merah

IHSG Kembali Ditutup di Zona Hijau

Harga emas antam

Benarkah April-Juni adalah Waktu Terbaik Beli Emas?