in

IHSG Kembali Merosot Pada Perdagangan Hari Ini

ihsg kembali merosot
Photo by PIX1861 on Pixabay

Pada perdagangan hari ini, Senin (4/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali merosot. Merosotnya nilai IHSG ini dikarenakan banyaknya saham dari emiten perbankan yang dijual oleh investor. Hal ini menyebabkan IHSG harus mengalami depresiasi hampir sebanyak 3 persen.

Menurut data yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), ada beberapa saham emiten perbankan yang mengalami penurunan. Saham dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengalami kemerosotan hingga 3,66 persen dan ada di posisi 2.630 per saham. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga mengalami kejadian yang serupa. BBCA harus mengalami penurunan sebanyak 2,13 persen dan dibanderol Rp25.300 per unit.

Dilansir dari CNBCIndonesia, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) harus ambles sebanyak 4,04 persen dan harus duduk manis di titik Rp4.280 per unit. Penurunan juga dirasakan oleh PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). BTPS harus mengalami penurunan sebanyak 3,65 persen dan BBNI harus terjun bebas sebanyak 4,15 persen.

Baca Juga  Bursa Asia Kembali Hijau Akibat Uji Coba Vaksin Corona

Tak hanya sektor perbankan, ada beberapa saham dari emiten lain yang harus merosot pada perdagangan hari ini. Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mengalami depresiasi hingga 5,14 persen dan dihargai sebesar Rp3.320 per unit. Saham dari PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga harus tergelincir sebanyak 1,72 persen dan dibanderol dengan harga Rp1.425 per unit.

Jika dilihat pada perdagangan awal minggu ini, IHSG terjatuh sebanyak 1,39 persen dan duduk manis di titik 4.650,81. Setelah satu menit perdagangan, IHSG kembali merosot hingga di titik 2,93 persen dan harus bertengger di level 4.578,23.

Salah satu faktor yang menyebabkkan IHSG tergelincir pada perdagangan hari ini adalah aksi profit taking yang dilakukan investor. Investor melakukan aksi profit taking karena IHSG telah mengalami reli penguatan sebanyak 4 hari berturut-turut pada perdagangan minggu lalu. Selain itu, investor melakukan aksi profit taking karena semakin memburuknya hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Analisis Fundamental saham

Pengertian Analisis Fundamental Saham

Kurs Singapura menguat

Kurs Singapura Menguat Akibat Lockdown Dilonggarkan