in

Perang Dagang AS dan China Mungkin Terjadi

Perang dagang AS-China
Photo by Samuel Branch on Unsplash

Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China mungkin akan terjadi. Hal ini dikarenakan adanya ultimatum dari Trump tentang diputusnya perjanjian perdagangan fase satu antara AS dan China. Kemungkinan diputusnya perjanjian ini akan makin besar jika China gagal melakukan pembelian barang dan jasa dari AS sejumlah US$200 miliar.

Dikutip dari CNBCIndonesia, Trump menyatakan bahwa pembelian yang terjadi di AS harus diperhatikan. Ia berkata bahwa China sedang mengambil keuntungan dari Amerika Serikat. Jika China tidak melakukan pembelian terhadap barang dan jasa AS, maka kesepakatan bisa saja diakhiri, tambah Trump.

Faktor Tejadinya Perang Dagang AS-China

Sebenarnya, kesepakatan antara AS dan China akan tarif sudah terjadi sejak 2018 silam. Akan tetapi pada Februari lalu, penandatanganan kesepakatan fase pertama dilakukan oleh kedua negara tersebut.

AS sudah mengecilkan tarif barang yang masuk ke AS dari China hingga 50 persen dari total tarif. Akan tetapi, pajak impor sebesar 25 persen untuk produk China yang memiliki harga lebih dari US$250 miliar tetap diberlakukan.

Baca Juga  Biaya Pembuatan Sertifikat Halal

Di sisi lain, China berjanji akan melakukan pembelian terhadap barang dan jasa dari AS paling sedikit US$200 miliar. Jumlah ini jauh lebih banyak daripada total pembelian di tahun 2017. Selain itu, barang yang janji untuk dibeli adalah barang yang berasal dari sektor pertanian.

Banyak pakar yang memproyeksikan bahwa daya beli China terhadap barang dan jasa AS mengalami penurunan akibat virus Corona. Dengan adanya aturan lockdown yang dilakukan oleh pemerintah China, pertumbuhan ekonomi China mengalami kontraksi. Kontraksi ini adalah kontraksi pertama yang dialami oleh China sejak 1987 yang lampau.

Faktor lain yang memercik perang dagang AS-China adalah klaim Trump bahwa virus ini adalah virus buatan yang dibuat di Wuhan. Trump menyatakan bahwa virus ini sengaja disebar oleh China dan membuat disinformasi kepada negara-negara lain.

Hal ini membuat As terus melakukan penyelidikan terhadap asal usul virus ini. Dengan adanya penyelidikan dari AS, banyak orang yang membuat teori konspirasi bahwa Institut Virologi Wuhan adalah sumber dari virus tersebut.

Baca Juga  Yen Diincar Pelaku Pasar di Perdagangan Kemarin
Aplikasi Penunjang Bitcoin

4 Aplikasi Penunjang Bitcoin untuk Pemula

Harga Emas melonjak rekor

Harga Emas Ambrol Lagi Pada Hari Ini