in

Rupiah Kembali Lemah di Hadapan Dolar AS

Rupiah kembali lemah
Photo by geralt on Pixabay

Nilai tukar rupiah kembali lemah di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Selasa (5/5). 1 dolar AS sekarang dibanderol dengan nilai Rp15.100. Salah satu faktor yang menyebabkan hal ini terjadi adalah hasil dari pertumbuhan ekonomi yang merosot cukup tajam akibat virus Corona.

Dilansir dari CNBCIndonesia, saat dibukanya perdagangan, rupiah langsung berjalan ke zona merah dengan penurunan sebanyak 0,17 persen dan bertengger dengan nilai Rp15.075 per dolar AS.  Setelah itu rupiah sempat mengalami penguatan sebanyak 0,47 persen atau seharga Rp14.890 per dolar AS.

Tak lama kemudian, rupiah berjalan di posisi stagnan. Hal ini terus berjalan hingga dirilisnya data pertumbuhan ekonomi Indonesia. Setelah perilisan data tersebut rupiah langsung terjun bebas ke zona merah. Rupiah mengalami pelemahan sebanyak 0,23 persen dan ada di posisi Rp15.085 per dolar AS pada pukul 11.40 tadi.

Data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan I tumbuh sebanyak 2,97 persen jika dilihat secara year on year. Jumlah ini ada dibawah data yang telah dikumpulkan oleh CNBCIndonesia. Menurut mereka, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah sebanyak 4,33 persen secara year on year.

Baca Juga  Waduh, Rupiah Sudah Tembus Rp15.000 per Dolar AS!

Faktor yang mempengaruhi penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak lain adalah karena virus Corona. Menurut ketua BPS Suhariyanto, virus COVID-19 ini adalah penyebab ekonomi global mengalami kontraksi.

Hal ini membuat banyak rekan dagang Indonesia juga mengalami kontraksi ekonomi. Lebih lagi sejak beberapa negara tersebut melakukan lockdown agar rantai virus Corona bisa segera terputus.

Selain itu harga migas dan tambang yang mengalami penurunan juga menjadi faktor penyebab terkontraksinya pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Suhariyanto juga menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami penurunan yang cukup dalam karena faktor tersebut.

Dirilisnya data PDB ini menambah faktor penyebab mengapa rupiah kembali lemah di hadapan dolar AS.

Harga Emas merosot

Harga Emas Ambrol Lagi Pada Hari Ini

Rifan Financindo Berjangka Raih Untung di Tengah Pandemi Covid-19

Rifan Financindo Berjangka Raih Untung di Tengah Pandemi Covid-19