in

Perkembangan Binary Option di Berbagai Negara

Perkembangan binary option
Photo by Fernando @cferdo on Unsplash

Perkembangan binary option adalah salah satu hal yang sering diperbincangkan oleh banyak orang di berbagai negara. Hal ini dikarenakan Binary memberikan janji akan keuntungan yang luar biasa dalam waktu singkat. Hal ini membuat banyak orang yang ingin mencobanya, namun banyak orang yang beranggapan bahwa binary adalah hal yang merugikan. Lalu bagaimana kondisi binary di berbagai belahan dunia? Berikut adalah penjelasannya.

Perkembangan Binary Option di Dunia

Dilansir dari bisnis.com, binary option sering mengaku sebagai anggota dari Financial Commision atau yang sering disingkar sebagai Finacom. Akan tetapi, Finacom menyatakan bahwa mereka bukan regulator dari aktivitas yang dilakukan oleh binary option. Hal ini membuat binary option dianggap tidak aman oleh banyak orang.

Finacom adalah organisasi keuangan yang dikelola oleh professional dalam bidang keuangan. Finacom memiliki fungsi sebagai mediator atau penengah antara pialang dengan trader ketika terjadi perselisihan. Finacom lebih banyak bekerja sebagai penengah di bidang forex. Selain itu, Finacom juga tidak memiliki dasar badan hukum di berbagai belahan dunia.

Baca Juga  Dihantui Resesi, Harga Emas Diproyeksikan Naik

FBI atau Federal Bureau of Investigation menyatakan bahwa binary option merupakan modus penipuan yang cukup berbahaya. Hal ini terlihat dari investigasi yang dilakukan oleh Tim Internet Crime Complaint Center (IC3) pada tahun 2011. IC3 menemukan adanaya 4 aduan terhadap binay option dengan kerugian mencapai US$20.000. Pada tahun 2016, ada lebih dari ratusan pengaduan terhadap binary option dengan kerugian mencapai jutaan dolar.

Binary option juga sempat dilarang di benua Eropa oleh The European Securities and Markets Authority (ESMA). Binary option dilarang ESMA pada tahun 2018 dengan alasan binary option sering digunakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan penipuan online. Akan tetapi, pada 2019 ESMA tidak melakukan perpanjangan pelarangan terhadap binary option.

Australia memiliki regulasi yang berbeda terhadap binary option. Menurut Australian Securities and Investment Commission (ASIC), binary option adalah jenis investasi dengan tingkat risiko sangat tinggi. Selain itu ASIC juga menganggap bahwa mustahil untuk melakukan analisa di binary option. Lebih lagi ASIC menganggap binary option adalah perjudian dengan tingkat kerugian mencapai 50:50.

Baca Juga  Syarat Agar Nasabah KUR Bisa Menunda Cicilan Kredit
binary option

Binary Option, Iklan yang Marak Diperbincangkan

Nilai tukar Rupiah berhasil melawan Dolar Amerika Serikat (AS)

Nilai Tukar Rupiah Berhasil Melawan Dolar AS Hari ini