in

IHSG Bergerak Fluktuatif Karena Lockdown Longgar

IHSG Bergerak fluktuatif
Photo by Markus Spiske on Unsplash

Pada perdagangan hari ini Rabu (6/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif. Hal ini terjadi karena dilonggarkannya lockdown atau karantina wilayah di Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

Dikutip dari CNBCIndonesia, IHSG dibuka dalam keadaan menguat dan bertengger di 4.633,46. Beberapa menit setelah pembukaan, IHSG merosot sebanyak 0,21 persen dan bertengger di titik 4.620,10. 15 menit setelah mengalami penurunan, IHSG naik sebanyak 0,30 persen di level 4.633,46.

Salah satu penyebab IHSG bergerak fluktuatif adalah adanya sentimen global di berbagai belahan dunia. Sentimen tersebut antara lain adalah dilonggarkannya lockdown di berbagai negara di Eropa. Negara-negara yang melonggarkan kebijakan lockdown antara lain adalah Jerman, Belanda, Italia, Portugal, dan Spanyol.

Dengan dilonggarkannya lockdown, investor semakin optimis bahwa virus COVID-19 akan segera hilang. Selain itu, dengan dilonggarkannya lockdown, perputaran roda ekonomi perlahan-lahan bergerak kembali. Hal ini dapat dilihat dari pergerakan bursa-bursa Eropa. Bursa Eropa mayoritas ditutup dalam keadaan menguat di perdagangan kemarin. FTSE 100 London menguat 1,66 persen, DAX 30 Frankfurt naik 2,51 persen dan CAC 40 Paris melompat sebanya 2,4 persen.

Baca Juga  Emiten Siapkan Dana Untuk Buyback Saham

Pelonggaran lockdown juga dilakukan oleh AS di berbagai negara bagian. Dengan dilonggarkannya lockdown di AS, investor negeri Paman Sam juga makin semangat untuk berinvestasi. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya saham-saham yang ada di Wall Street. Dow Jones Industrial Average (DJIA) mengalami penguatan sebanyak 0,56 persen. S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing mengalami penguatan sebanyak 0,90 persen dan 1,13 persen.

Dengan longgarnya lockdown di AS, banyak pabrik yang sudah mulai kembali beroperasi. Hal ini membuat permintaan akan minyak juga kembali meningkat. Akan tetapi minyak acuan AS West Texas Intermediate (WTI) mengalami penurunan sebanyak 0,61 persen setelah mengalami reli penguatan selama 5 hari.

Faktor IHSG Bergerak Fluktuatif

Salah satu faktor yang mendorong pergerakan IHSG adalah saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). BBCA mengalami peningkatan saham sebanyak 095 persen dan duduk manis di titil 26.700. BBCA berhasil mendorong IHSG sebanyak 8,25 poin.

Akan tetapi, banyak investor asing yang masih malas untuk melakukan pembelian saham sebanyak-banyaknya. Hal ini dapat dilihat dari net sell yang dilakukan di pasar reguler yang mencapai Rp29 miliar. Saham yang paling banyak dijual oleh investor asing adalah saham dari PT Telekomunikasi Tbk (TLKM). Investor asing melakukan net sell terhadap TLKM hingga mencapai Rp21 miliar.

Baca Juga  IHSG Siap Menyambut Esok Hari Yang Cerah
Emas Antam Stagnan

Emas Antam Stagnan, Ini Alasannya

Perjalanan Karir dan Bisnis Elon Musk

Perjalanan Karir dan Bisnis Elon Musk