in

Binary Option Terkena Lacak Oleh FBI

binary option
Photo by M. B. M. on Unsplash

Binary option terkena lacak oleh Federal Bureau of Investigation (FBI). Hal ini dikarenakan binary option dianggap sebagai investasi yang cukup berbahaya.

Di Indonesia sendiri, sudah banyak orang yang melek dalam berinvestasi. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya jumlah investor ritel yang ada di Indonesia. Akan tetapi, investasi bodong juga banyak beredar dan mengintai investor yang masih polos.

Data yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menunjukkan bahwa jumlah investor di Indonesia mengalami peningkatan sejak tahun 2015. Per akhir Oktober 2019, jumlah investor di Indonesia sudah mencapai 2,31 juta orang.

Binary Option di Mata FBI

Akan tetapi, investor harus berhati-hati dalam memilih jenis investasi. Banyak sekali instrumen investasi yang mengiming-imingi dengan jumlah imbal hasil yang cukup besar. Investor harus memilih jenis investasi sesuai dengan risk tolerance yang dimiliki, yaitu investasi dengan risiko atau investasi dengan risiko rendah.

Dilansir dari CNBCIndonesia, salah satu investasi yang memiliki tingkat risiko paling tinggi adalah binary option. FBI bahwa menyatakan bahwa binary option adalah jenis investasi yang cukup berbahaya. Lalu mengapa jenis investasi ini dianggap berbahaya oleh FBI?

Baca Juga  Cara Menjadi Orang Kaya dengan Binomo

Jika dilihat dari situs FBI, binary adalah suatu kontrak terhadap aset saham forex atau komoditas. Cara memperoleh keuntungan dari binary option adalah dengan menentukan apakah aset tersebut aka naik ataupun turun.

Dalam binary option, pengguna tidak akan membeli aset-aset yang diperdagangkan. Pegguna hanya melakukan tebak-tebakan terhadap perubahan harga yang terjadi pada aset tersebut.

FBI menyatakan bahwa binary adalah hal yang berbahaya karena adanya keluhan-keluhan yang diluncurkan oleh seseorang yang telah berkecimpung di binary. Keluhan tersebut antara lain adalah:

  • Penolakan pengembalian dana oleh binary option kepada pemilik akun. Perusahaan binary terkadang membatalkan penarikan uang yang dilakukan oleh pelanggan dan tidak mengindahkan telepon atau email yang dikirim oleh pengguna. bahkan terkadang perusahaan tersebut membekukan akun binary seseorang dengan tuduhan adanya tindak penipuan.
  • Ada beberapa klaim yang menyatakan bahwa perusahaan binary melakukan pencurian identitas. Beberapa perusahaan terkadang meminta nomor kartu jredit, foto kopi KTP, atau data pribadi anda yang lainnya. Informasi tersebut bisa digunakan untuk mencuri identitas yang anda miliki.
  • Beberapa perusahaan bahkan melakukan manipulasi terhadap software mereka untuk melakukan distorsi harga dan mengubah waktu penutupan perdagangan tersebut.
Corona nilai Bitcoin

Efek Corona Terhadap Nilai Bitcoin

Investasi emas

Bisakah Emas Dijadikan Investasi Jangka Pendek?