in

Yen Diincar Pelaku Pasar di Perdagangan Kemarin

yen diincar pelaku pasar
Photo by Maccabee on Pixabay

Pada perdagangan kemarin, Rabu (6/5), yen diincar oleh banyak pelaku pasar. Hal ini dikarenakan yen mengalami penguatan terhadap semua jenis mata uang utama di perdagangan pasar. Hal ini membuat nilai yen juga menguat di hadapan rupiah. Rupiah harus terkapar sebanyak 0,55 persen di hadapan yen dengan nilai Rp141,74 per yen.

Menurut data yang dirilis oleh CNBCIndonesia, yen mengalami penguatan sebanyak 0,25 persen di hadapan dolar AS pada perdagangan kemarin. Yen juga mengalami penguatan di hadapan euro dengan nilai penguatan sebanyak 0,14 persen. Poundsterling juga harus tunduk di hadapan yen dengan pelemahan sebanyak 0,26 persen. Hal ini membuat yen mengalami penguatan sebesar 0,36 persen di perdagangan pasar spot.

Faktor yang menjadi penguat nilai yen adalah ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China. Hal ini membuat yen diincar banyak pelaku pasar karena yen adalah salah satu aset safe haven atau aset dengan risiko rendah.

Minggu lalu, Donald Trump menyatakan bahwa bea impor China bisa saja dinaikkan karena keteledoran China dalam mengurusi pandemi ini. Trump juga menyatakan bahwa keteledoran China menjadi penyebab terjadinya pandemi yang menyebar di seluruh dunia.

Baca Juga  IHSG Diramalkan Menguat, Berikut Saham Pilihan Hari Ini

Trump juga menyatakan bahwa virus ini telah dibuat sebelumnya di Institut Virologi Wuhan. Ia sangat yakin bahwa virus ini memang berasal dari negeri Tirai Bambu tersebut.

Trump bahkan memiliki rencana untuk membatalkan perjanjian dagang antara AS dan China yang dibuat pada Januari yang lalu. Trump akan menggagalkan perjanjian tersebut jika China tidak berhasil memenuhi janji untuk melakukan pembelian barang dan Jasa AS hingga mencapai US$200 miliar.

Pada perjanjian perdagangan yang telah dibuat pada Januari lalu, AS memperkecil jumlah bea yang masuk dari China menjadi 7,5 persen yang sebelumnya 15 persen. Hal ini diberikan kepada produk-produk China dengan nilai sebesar US$120 miliar. Sementara, China akan melakukan pembelian barang dan jasa dari AS dengan jumlah sebesar US$200 miliar dalam jangka waktu dua tahun yang akan datang.

binary option bappebti

Jenis Binary Option yang Terlacak Bappebti

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 07 Mei 2020