in

Aktivitas Pasar Modal Merosot 12 Persen

aktivitas pasar modal
Photo by Markus Spiske on Unsplash

Aktivitas perdagangan di pasar modal harus merosot secara year on year (yoy). Pemerosotan tersebut mencapai 12 persen pada awal minggu Mei 2020 ini. Akan tetapi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih positif bahwa aktivitas perdagangan di pasar modal akan membaik lagi setelah pandemi ini berakhir.

Dikutip dari CNBCIndonesia, menurut ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, penawaran umum secara year-on-year mengalami penurunan sebanyak 11,9 persen. Hingga Mei 2020, jumlah nilai perdagangan hanya mencapai Rp31,88 triliun. Nilai tersebut sudah terdiri dari berbagai elemen, seperti initial public offering (IPO), penerbitan akan obligasi, hingga penggalangan dana lain yang terjadi di pasar modal di Indonesia.

Akan tetapi, ada jumlah penawaran umum lain yang mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Jumlah penawaran IPO meningkat sebanyak 34,2 persen jika dilihat secara year-on-year. Jika dilihat dari rencana yang dibuat per 5 Mei, ada 61 elemen yang bakal melakukan penawaran umum IPO. Indikasi penawaran IPO ini diprediksi akan mencapai nilai Rp29,1 triliun.

Baca Juga  Mudik Gratis Bareng BUMN, Berikut Cara Daftarnya

Wimboh menambahkan, banyak pebisnis yang menganggap bahwa dampak virus Corona ini tidak akan bertahan lama. Selain itu optimisme para pebisnis juga berasal dari banyaknya kebijakan yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk mendorong pertumbuhan penawaran setelah Corona usai.

Wimboh juga mengatakan bahwa OJK juga akan membantu melengkapi berbagai kebijakan fiskal dan moneter yang akan dirilis oleh pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia. Respon dari OJK ini karena adanya pelemahan aktivitas ekonomi yang terjadi di Indonesia.

Kebijakan yang dilakukan OJK tersebut ditargetkan untuk menjaga tingkat kepercayaan investor dan menjaga volatilitas pasar modal. Kebijakan yang sudah dilakukan OJK antara lain adalah:

  • Pengendalian volatilitas di pasar modal. Hal ini dilakukan dengan cara adanya buyback yang tidak memerlukan RUPS.
  • Penurunan Batas Auto Rejection. Dalam hal ini, yang diturunkan adalah batas bawah dari auto rejection yang ada.
  • Restrukturisasi Kredit. OJK memberikan kemudahan bagi sektor rill dan keuangan untuk meringankan beban keuangan.
Diretas, 1,2 Data Pengguna Bhineka.com Bocor

Diretas, 1,2 Data Pengguna Bhineka.com Bocor

Kenali Tantangan Jika Ingin Menabung di Celengan

Tren Menabung Online, Ini 7 Aplikasinya