in

Batu Bara Naik, Tapi Masih Belum Sekuat Dulu

batu bara naik
Photo by Tyna_Janoch on Pixabay

Harga batu bara acuan Newcastle naik pada penutupan perdagangan kemarin, Senin (11/5). Akan tetapi, harga batu bara masih belum pulih seperti sebelum pandemi.

Harga Batu Bara Naik

Dilansir dari CNBCIndonesia, harga batu bara acuan Newcastle naik sebanyak 0,85 persen pada penutupan perdagangan kemarin. Batu bara tersebut dibanderol dengan harga US$53,35 per ton.

Pada bulan Mei ini, harga batu bara terus mencoba untuk membaik dari pandemi. Akan tetapi harga tersebut masih di bawah US$60 per ton. Hal ini membuat harga batu bara ada di titik terendah sejak periode Mei-Juni 2016.

Salah satu faktor yang membuat harga batu bara meningkat adalah mulai dilonggarkannya lockdown di berbagai negara. Akan tetapi gelombang kedua dari pandemi Corona masih menjadi bayang-bayang yang mengerikan.

Pelonggaran lockdown sudah terjadi di berbagai negara, salah satunya adalah Korea Selatan. Jika kurva sudah mulai melandai, Jepang juga akan mulai untuk melonggarkan lockdownnya.

Namun, gelombang kedua Corona sudah terjadi di beberapa negara, yaitu China dan Korea Selatan. Kasus di China mengalami peningkatan sebanyak 0,2 persen. Walaupun sedikit, peningkatan tersebut memiliki laju paling cepat sejak akhir April lalu.

Baca Juga  Peluang Usaha Jual Buah-buahan di Tengah Pendemi Covid-19

Hal ini membuat pemerintah China melakukan lockdown di lokasi terkait, yaitu Kota Shulan yang ada di Provinsi Jilin. Hal ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus Corona.

Hal yang sama juga terjadi di Korea Selatan dengan adanya penambahan kasus sebanyak 0,32 persen. Naiknya kasus Corona di negeri Ginseng ini adalah kenaikan tertinggi sejak 9 April 2020.

Jumlah kasus virus Corona di Korea Selatan mengalami peningkatan terbanyak pada akhir pekan lalu. Sekitar 29 orang terjangkot virus mematikan ini ketike mereka berada di klub malam.

Dengan harga batu bara yang masih anjlok ini, kinerja batu bara Indonesia juga menjadi terancam. Memang batu bara dunia tidak terlalu terancam, namun batu bara Indonesia mempunyai risiko yang lebih besar.

Lebih lagi pemilik perusahaan harus membayarkan royalti sebesar 13,5 persen dari total penjualan kepada Indonesia. Hal ini membuat aliran kas perusahaan batu bara menjadi negatif.

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 12 Mei 2020

6 Strategi Cara Price Action yang Berhasil