in

Pemulihan Ekonomi, Pemerintah Siap Anggarkan Dana

Pemulihan Ekonomi
Photo by Fuzz on Pixabay

Pemerintah sudah siap mengalokasikan dana untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dana yang dipersiapkan sejumlah Rp491,55 triliun.

Dana untuk pemulihan ekonomi ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN. Dana tersebut diperuntukkan untuk menguatkan kembali ekonomi Indonesia setelah terhantam virus Corona.

Rincian Dana Pemulihan Ekonomi

Menurut CNNIndonesia, dana yang dipersipkan untuk belanja negara dan banson mencapai Rp149,1 triliun.

Dana tersebut juga akan dialokasikan ke program yang sudah dipersiapkan oleh pemerintah Indonesia.

Program tersebut antara lain adalah Program Keluarga Harapan (PKH), kartu prakerja, kartu sembako, bansos Jabodetabek, potongan tarif listrik, dan logistik.

Pemerintah juga mengalokasikan sebagian dana untuk insentif pajak bagi masyarakat dan bisnis. Dana yang dipersiapkan mencapai Rp72,6 triliun.

Insentif pajak tersebut antara lain adalah insentif untuk pajak penghasilan Pasal 21 (PPh 21) sampai PPh final untuk Usaha Mikro Kecil Menengah atau UMKM.

Dana PEN juga akan dialokasikan untuk subsidi bunga kredit. Dana yang digunakan untuk subsidi bunga kredit adalah sebanyak Rp39,2 triliun.

Baca Juga  Menabung Emas Saat Pandemi, Apakah Untung?

Dengan adanya bunga kredit ini, pelaku bisnis UMKM akan mendapatkan keringan dalam membayarkan kredit mereka.

Pemerintah juga memberikan keringanan untuk Badan Usaha Milik negara (BUMN). Keringanan tersebut akan diberikan selama adanya pandemi Corona ini.

Jumlah dana yang sudah dipersiapkan oleh pemerintah untuk keringanan BUMN ini mencapai Rp94.23 triliun.

Pemerintah Indonesia juga menyiapkan dana untuk pembiayaan dengan nilai Rp93,92 triliun. Dana tersebut akan dialokasikan untuk Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk BMN dengan nilai R25,27 triliun.

Pemerintah juga mengalokasikan untuk penempatan dana di perbankan yang akan melakukan restrukturisasi dengan nilai sejumlah Rp35 triliun.

Ada pula dana yang dialokasikan untuk kredit modal kerja bagi pelaku UMKN dengan nominal Rp1 triliun. Dana talangan untuk BUMN juga disiapkan dengan jumlah Rp32,65 triliun.

Anggaran belanja kementrian atau lembaga dan sektoral dialokasikan sejumlah Rp40,1 triliun. Rp3,8 triliun akan dialokasikan untuk sektor pariwisata, perumahan Rp1,3 triliun, Rp25 triliun untuk memperkuat aggregate demand.

Pemda juga akan diberikan kucuran dana sejumlah Rp12,4 triliun. Dana itu direncanakan untuk pembebasan pajak hotel dan restoran, tambahan dana insentid daerah, dan lain sebagainya.

Baca Juga  Harga Emas Roboh Akibat Akan Berakhirnya Lockdown

Akan tetapi, pemerintah Indonesia masih akan menggodok jumlah dana lebih lanjut lagi. Jumlah tersebut dinilai masih spekulasi.

BLT Dana Desa Akan Cair Bulan Ini

THR Lebaran Tidak Cair, Lakukan Trik Ini

Cuan Investasi saham

Cuan Investasi Saham di Tengah Pandemi Corona