in

Indonesia Tarik Utang Besar, Prediksi dari Studi

Indonesia tarik utang besar
Gambar oleh EmAji dari Pixabay

Menurut prediksi dari beberapa studi, Indonesia akan tarik utang besar. Hal ini terjadi karena banyak kebutuhan yang harus dipenuhi setelah pandemi Corona.

Seperti dilansir dari CNNIndonesia, Lembaga studi Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) melihat akan adanya penumpukan utang Indonesia.

Utang tersebut akan membengkak pada sektor Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal tersebut kemungkinan akan terjadi setelah adanya pandemi Corona.

Utang tersebut tidak hanya berasal dari diterbitkannya utang baru oleh Indonesia. Beban lain yang harus dipikul adalah bunga dan jumlah pembayaran pokok.

Menurut Direktur IDEAS Yusuf Wibisono, Indonesia akan tarik utang dengan jumlah besar. Diprediksi, jumlah tersebut akan mencapai Rp1.439,8 triliun.

Jumlah terbesebut melebihi jumlah yang sudah diprediksi dan jumlah utang yang telah ditarik sebelumnya.

Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah utang yang ditarik pada tahun 2014. Pada tahun itu, Indonesia harus menarik utang baru dengan jumlah Rp222.4 triliun.

Pada 2019, Indonesia kembali melakukan penarikan utang baru. Pada tahun tersebut jumlah utang baru yang ditarik mencapai Rp938 triliun.

Baca Juga  Bursa Saham Asia Bergerak Fluktuatif Hari Ini

Utang yang akan ditarik Indonesia ini tidak hanya digunakan untuk membiayai penanganan penyebaran virus Corona saja. Utang tersebut digunakan untuk menutup menurunnya jumlah pajak yang diterima pemerintah.

Yusuf juga menyatakan bahwa total utang pemerintah akan terus mengalami peningkatan secara terus menerus. Hal ini dapat dilihat dari jumlah utang yang sudah dilakukan Indonesia.

Pada Maret 2020, jumlah utang Indonesia sudah mencapai Rp5.192 triliun. Jumlah tersebut sudah mendekati dua kali lipat jumlah utang pada tahun 2014.

Yusuf memproyeksikan bahwa jumlah utang Indonesia pada akhir tahun ini bisa mencapai Rp5.784 triliun. Jumlah tersebut sudah mencapai 34,4 persen ari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Jumlah utang Indonesia mengalami peningkatan sebanyak Rp138,2 triliun tiap bulannya pada periode Januari-Maret 2020. Jumlah tersebut jauh lebih besar daripada penambahan utang sebelumnya.

Meningkatnya beban utang ini terjadi karena penerimaan pajak yang tidak mengalami peningkatan secara signifikan setiap tahunnya.

Memulai bisnis saat resesi

Alasan Untuk Segera Memulai Bisnis Saat Resesi

Restrukturisasi kredit sulit

Restrukturisasi Kredit Sulit Keluh Pelaku Usaha