in

Saham Bank Dijual Warren Buffett, Kenapa?

Saham bank dijual
Photo by Ishant Mishra on Unsplash

Saham bank USB (U.S Bancorp) dijual oleh Berkshire Hathaway, anak usaha perusahaan milik investor kenamaan Amerika Serikat (AS) Warren Buffett.

Dilansir dari CNBCIndonesia, Berkshire Hathaway sudah menjual 497.786 saham perusahaan yang melakukan bisnis di bidang perbankan.

Saham tersebut sudah dijual pada tanggal 11 dan 12 Mei yang lalu. Hal ini menyebabkan kepemilikan Hathaway akan perusahaan perbankan tersebut bersisa 150,5 juta saham.

Karena adanya penjualan ini, kepemilikan Hathaway yang ada di USB mengalami penurunan. Kepemilikan Hathaway akan USB sudah ada di bawah 10 persen.

Alasan Saham Bank Dijual

Dengan adanya hal tersebut, Hathaway tidak perlu memberikan laporan penjualan atau pembelian saham USB ke U.S. Securities and Exchange Commission (SEC).

Menurut peraturan yang dirilis oleh SEC, jika entitas perusahaan memiliki 10 persen atau lebih dari total jumlah saham, maka wajib untuk melaporkan setiap pembelian dan penjualan kepada SEC.

Bursa Efek Indonesia (BEI) juga memiliki peraturan yang sama dengan SEC, namun dengan tingkat persentase yang lebih kecil yaitu sebesar 5 persen.

Baca Juga  Kabar Gembira! Tahun 2020 Upah Minimum Provinsi Naik 8,5%

Dengan mengecilnya tingkat kepemilikan Hathaway terhadap USB, mereka bisa melakukan manuver-manuver drastis tanpa perlu melaporkan kepada publik.

Laporan hanya berupa laporan kepemilikan dan akan dilaporkan secara berkala setiap akhir periode saja.

Saham USB juga mengalami penurunan yang cukup tajam. Hal ini tidak lain karena terkena efek dari pandemi virus Corona.

Dilansir dari worldometers, jumlah kasus virus Corona di AS per Jumat (15/5) mencapai 1,457 juta kasus. Jumlah pasien yang meninggal ada sebanyak 86 ribu pasien dan yang sembuh ada sebanyak 318 ribu pasien.

Pada penutupan perdagangan Kamis (15/4) yang lalu, saham ini ditutup di level US$31,17. Jika dilihat secara tahun berjalan, saham perbankan ini sudah mengalami penurunan sebanyak 47,43 persen.

Penurunan tersebut termasuk penurunan yang cukup tajam. Hal tersebut bisa dibandingkan dengan penuran yang terjadi kepada indeks S&P 500.

Dilihat selama tahun berjalan, indeks S&P masih mengalami penurunan, namun penurunan tersebut hanya sebanyak 11,71 persen.

 

New Normal

Penormalan Kegiatan Ekonomi Didukung Pengusaha

Daftar Nominal THR Lebaran Tahun 2020 untuk Non-PNS

Daftar Nominal THR Lebaran Tahun 2020 untuk Non-PNS