in

Harga Emas Naik Turun, AS-China Penyebabnya

menabung emas
Photo by PublicDomainPictures on Pixabay

Beberapa hari belakangan ini, harga emas naik turun tidak karuan. Salah satu penyebabnya adalah kemungkinan akan perang harga antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Dilansir dari CNBCIndonesia, harga emas dunia di perdagangan pasar spot mengalami peningkatan hingga 1,25 persen dan dibanderol sebesar US$1.763,26 per troy ons.

Nilai emas ini adalah nilai tertinggi sejak tahun 2012. Jika dilihat sejak awal 2020 ini, harga emas sudah mengalami peningkatan sebanyak 16 persen.

Faktor Penyebab Harga Emas Naik Turun

Faktor utama yang menyebabkan harga emas naik turun adalah perseteruan antara AS dan China.

Dalam perseteruan tersebut, Presiden AS Donald trump menyatakan bahwa China harus bertanggung jawab karena virus Corona sudah membuat perekonomian dunia luluh lantak.

Padahal, AS dan China sempat hampir berdamai pada awal tahun 2020 lalu. Hal ini dapat dilihat dari perjanjian perdagangan antara kedua negara tersebut.

Namun sekarang, hubungan antara kedua negera tersebut kembali memanas. Bahkan, Trump sudah tidak ingin membahas kesepakatan dagang antara AS dan China.

Baca Juga  Aktivitas Pasar Modal Merosot 12 Persen

Walaupun begitu, pihak kedua negara masih terus berupaya untuk bernegosiasi agar tidak terjadi perang dagang antara kedua negara tersebut.

Pernyataan tersebut juga diiyakan oleh penasihat Gedung Putih Larry Kudlow. Pihak Gedung Putih terus berupaya agar hubungan AS dan China kembali membaik.

Trump memang sudah menunjukkan tekad bulatnya untuk berhenti berhubungan dengan China dan berupaya untuk memberikan hubungan kepada negeri Tirai Bambu tersebut.

AS bahkan mencoba untuk melakukan pemblokiran pengiriman barang semikonduktor yang dibuat oleh Huawei pada Jumat (15/5) yang lalu.

Hal ini dikarenakan Departemen Perdagangan AS telah mengatakan bahwa aturan ekspornya. Hal tersebut dilakukan sebagai pencegahan akuisisi Huawei terhadap semikonduktor yang dibuat AS tersebut.

Selain itu Departemen Perdagangan AS menyatakan bahwa hal tersebut juga dilakukan untuk mencegah pelemahan kontrol ekspor AS yang akan dilakukan Huawei.

Kebijakan ini muncuk setelah Huawei mengumumkan untuk membangun pabrik dengan nilai sebesar US$12 miliar di Arizona.

Padahal dengan adanya ini, lapangan kerja di atas bisa meningkat sebanyak 1.600 lapangan kerja baru.

Baca Juga  Rupiah Mata Uang Nomor 2 dari Bawah Lawan Dolar AS
blt diterima masyarakat

BLT Diterima Masyarakat Sebelum Lebaran

New Normal

New Normal Dilaksanakan Juni, Ini Alasannya