in

Pertumbuhan Bisnis Syariah Hanya 1,25 Persen

Pertumbuhan ekonomi syariah
Photo by Fauzan on Unsplash

Pertumbuhan bisnis syariah di Indonesia pada kuartal I sedang tidak bagus. Dicatatkan, pertumbuhan tersebut hanya sekitar 1,25 persen.

Hasil tersebut didukung dari data yang telah dirilis oleh Bank Indonesia (BI). Aktivitas usaha syariah yang ada di Indonesia tumbuh sebanyak 1,25 persen secara year-on-year (yoy) di kuartal I ini.

Nilai tersebut mengalami penurunan yang bisa dibilang cukup signifikan. Hal ini bisa dilihat dari pertumbuhan di kuartal IV 2019 dengan peningkatan sebanyak 5,79 persen secara year-on-year (yoy).

Faktor Menurunnya Pertumbuhan Bisnis Syariah

Dilansir dari CNNIndonesia, Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Diana Yumanita menyayangkan terjadinya perlmbatan pertumbuhan aktivitas syariah.

Dalam menghitung pertumbuhan bisnis syariah di Indonesia, ada empat sektor yang harus dipertimbangkan.

Sektor-sektor tersebut adalah sektor makanan dan minuman halal, sektor pariwisata ramah muslim, sektor fesyen, dan sektor pertanian.

Dalam sektor pertanian sendiri, masih dibagi lagi dalam beberapa bagian. Bagian tersebut adalah perkebunan, peternakan, dan perikanan.

Diana menyatakan bahwa sektor makanan halal dan pariwisata ramah muslim mengalami perlambatan pertumbuhan. Sayangnya sektor pertanian dan fesyen harus berjalan di zona merah.

Baca Juga  Bank Indonesia Masuk Lelang Surat Utang

Diana juga mengatakan bahwa kegiatan dunia usaha halal juga mengalami penurunan berdasarkan survei yang dibuat oleh Bank Indonesia.

Berdasarkan survei tersebut kegiatan dunia usaha halal di Indonesia pada kuartal I mengalami penurunan ke titik 1,85 persen jika dilihat secara quarter to quarter (qtq).

Hal ini sangat berbeda dari survei yang dilakukan pada kuartal IV 2019. Pada Survei tersebut kegiatan dunia usaha halal di Indonesia mengalami peningkatan hingga titik 6,8 persen secara quarter to quarter (qtq).

Menurut Diana, hampir semua sektor usaha halal di Indonesia mengalami penurunan. Akan tetapi ada 2 sektor yang masih tumbuh di tengah pandemi, yaitu pertanian dan keuangan.

Kegiatan dunia usaha secara umum juga mengalami penurunan pada kuartal I 2020. Nilai kegiatan dunia usaha secara umum menurun hingga di titik 5,56 persen secara quarter to quarter (qtq).

Kegiatan usaha yang harus mengalami penurunan antara lain adalah perdagangan, hotel dan restoran, pertambangan, konstruksi, dan lainnya.

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 19 Mei 2020

perang dagang china australia

Waduh, Perang Dagang China Australia Bisa Terjadi