in

Waduh, Perang Dagang China Australia Bisa Terjadi

perang dagang china australia
Photo by Rinson Chory on Unsplash

Perang dagang China Australia mungkin saja akan segera terjadi. Hal ini dikarenakan adanya pengumuman peningkatan tarif impor China terhadap Australia.

Tarif impor yang dimaksud adalah tarif impor untuk gandum barley yang berasal dari Austrlia. Tarif impor meningkat hingga 80,5 persen dan akan diemplementasikan pada Selasa ini.

Genderang perang dagang ini terjadi setelah adanya penyelidikan dari pemerintah China akan ekspor biji-bijian yang dilakukan oleh Australia.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh pemerintah China, ternyata Australia melakukan subsidi dan dumping terhadap biji-bijian tersebut.

Dilansir dari CNNIndonesia, Kementrian Perdagangan China menyatakan bahwa temuan tersebut bisa merusak industri dalam negeri yang ada di China.

Ketegangan perang dagang antara China dan Australia sudah terjadi sejak satu minggu yang lalu.

Ketegangan kedua negara ini dimulai dari dorongan negeri Kanguru untuk melakukan penyelidikan terhadap asal usul virus Corona tersebut.

Dilansir dari worldometers, jumlah kasus virus Corona per Selasa (19/5) di Australia mencapai 7.068 orang. Jumlah pasien yang meninggal ada 99 orang dan 6.413 sudah sembuh dari virus ini.

Baca Juga  Awas! Ini Konsekuensi Jika Tak Bayar Pajak Negara

Oleh karena itu, China memutuskan untuk memberhentikan impor terhadap empat perusahaan pemasok daging sapi yang ada di Australia.

Akan tetapi, Kementrian Luar Negeri China menyatakan bahwa klaim tersebut tidak benar. Mereka menyatakan bahwa tidak adanya kaitan antara penyelidikan virus Corona dan pemberhentian impor daging.

Kementrian Luar Negeri China menyatakan bahwa kedua faktor tersebut sangatlah berbeda dan tidak bersinggungan satu sama lain.

Namun, Duta Besar China untuk Australia Cheng Jingye menyatakan bahwa penyelidikan yang akan dilakukan Australia bisa menjadi provokator di China.

Cheng menyatakan bahwa adanya penyelidikan tersebut membuat kemungkinan akan terjadi boikot terhadap barang asal Australia bisa saja terjadi.

Cheng menegaskan bahwa pihak China sekarang merasa frustasi dan kecewa terhadap hal yang dilakukan oleh Australia saat ini.

Hal tersebut bisa saja membuat masyarakat China jadi enggan untuk mengkonsumsi anggur dan daging yang berasal dari Australia.

Pertumbuhan ekonomi syariah

Pertumbuhan Bisnis Syariah Hanya 1,25 Persen

Harga emas kembali turun lagi

Vaksin Corona Mulai “Cerah”, Harga Emas Turun