in

Kebutuhan Dana Restrukturisasi Kredit, Berapa?

kebutuhan dana restrukturisasi kredit
Photo by Adrian Pranata on Unsplash

Menurut mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan kebutuhan dana restrukturisasi kredit akan terus bertambah. Namun, berapa jumlah pertambahannya?

Dilansir dari Kompas, Gita sudah melakukan perhitungan akan kebutuhan dana restrukturisasi kredit. Menurutnya sampai sekarang ini sudah ada 25 persen dari total kredit perbankan.

Jumlah tersebut juga tidak main-main. Nilai total kredit perbankan sampai saat ini sudah mencapai Rp1.500 triliun.

Menurut Gita, jumlah tersebut terjadi akibat adanya kebijakan dan perubahan situasi yang membatasi pergerakan ekonomi perbankan.

Gita menyatakan bahwa jumlah tersebut akan terus mengalami penambahan. Hal ini dikarenakan adanya penambahan permintaan dan pertumbuhan restrukturisasi.

Penambahan permintaan dan pertumbuhan rekstrukturisasi tersebut berasal dari berbagai sektor. namun, sektor yang mendominasi adalah sektor Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM).

Gita menyatakan bahwa permintaan yang akan dilakukan oleh debitor UMKM akan terus mengalami peningkatan. Lebih lagi karena adanya PSBB yang terjadi di berbagai kota.

Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB terjadi di berbagai kota dan menyebabkan terjadinya hambatan terhadap perputaran roda ekonomi.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 26 Februari 2020

Dengan adanya hal tersebut, Gita memproyeksikan bahwa jaminan untuk mendukung program restrukturisasi kredit yang dilakukan pemerintah bisa mencapai Rp3.000 triliun.

Nilai tersebut cukup besar, mengingat Rp3.000 triliun adalah sekitar 45 persen dari total kredit perbankan di Indonesia.

Gita menyatakan bahwa program ini adalah salah satu program krusial yang harus dilakukan demi berlangsungnya perekonomian Indonesia yang terhambat karena virus Corona.

Selain itu, di tengah pandemi seperti ini, kredit adalah salah satu kebutuhan yang paling dibutuhkan oleh pelaku usaha.

Gita menambahkan bahwa dengan adanya kredit, kelu,puhan yang mungkin terjadi di sisi produksi bisa saja dihindarkan.

Oleh karena itu, Indonesia memiliki peluang yang lebih besar untuk tetap bersaing di pasar dunia setelah masa Pandemi.

Sebagai info, jumlah kasus virus Corona di Indonesia mencapai lebih dari 18 ribu kasus, seperti yang dikutip dari worldometers.

Jumlah pasien yang meninggal akibat virus ini mencapai 1.191 orang dan yang sembuh mencapai 4.324 pasien.

Harga emas kembali turun lagi

Vaksin Corona Mulai “Cerah”, Harga Emas Turun

ekonomi Indonesia

Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Minus